Mudah dengan Traveloka

Ketika dalam keadaan mendesak dan mengharuskan untuk bermalam di suatu tempat, maka Traveloka adalah solusinya. Cukup buka aplikasi Traveloka di handphone, lalu pilih hotel. Akan banyak pilihan hotel dan kita bisa memilih sesuai yang diinginkan, mulai dari hotel termurah hingga termahal. Kita bisa memilih juga hotel yang terdekat dengan posisi kita saat itu. Dengan Traveloka, harga yang kita bayar dapat dikatakan lebih murah dibandingkan dengan harga saat bayar langsung di hotel. Suka sekali menggunakan aplikasi Traveloka saat memesan hotel secara online.

Memang banyak kemudahan dengan adanya aplikasi Traveloka di handphone. Tidak perlu bersusah-susah cari kamar hotel secara langsung. Selain belum tentu mendapatkan fasilitas kamar sesuai yang diinginkan, jika langsung pesan lewat hotel akan membuat kurang efektif waktu kita. Traveloka memang dapat membuat waktu kita berjalan secara efektif dan efisien. Tidak seperti dulu sebelum menggunakan Traveloka, kita harus datang langsung ke hotel untuk memesan kamar dan belum tentu dapat kamar. Sekarang kita bisa melihat dan memilih kamar yang tersedia.

Zaman sekarang memang semuanya berbasis teknologi. Kita harus bisa mengikuti perkembangan zaman saat ini. Hampir semua aktivitas sekarang serba online, termasuk memesan kamar hotel melalui Traveloka. Berbagai kemudahan tersedia dengan adanya Traveloka. Traveloka memang pilihan utama yang sangat tepat untuk kebutuhan menginap kita saat melakukan kegiatan  di luar rumah.

Memesan hotel melalui Traveloka memang pilihan yang tepat. Betapa tidak, berbagai kemudahan tersedia pada aplikasi tersebut. Metode pembayarannya pun sangat simpel. Aku biasanya bayar melalui internet banking di handphone, tidak harus ke ATM untuk transfer.

 

Advertisements
Oktober??? Hmhm…. Horor (Part 2)

Oktober??? Hmhm…. Horor (Part 2)

Pasti kawan-kawan semua sudah tak sabar kan menanti kelanjutan seri tulisanku yang bertemakan Oktober Horor ini (kok ke-PD-an banget ya aku). Tak perlu dijelaskan lagi kenapa dibilang horor, karena jelas-jelas sudah ku ulas pada seri sebelumnya. Ok tanpa berbasa-basi, yuk ikuti keseruan cerita part kedua ini sama-sama.

IMG_20151105_125551
Gambar 1. Bersama Teman-teman Usai Penutupan Pembekalan

Kali ini cerita dimulai dari usai penutupan pembekalan tiga hari di Bandung. Seperti pada Gambar 1, aku dan teman-teman bersiap untuk kembali ke daerah masing-masing sebelum tiba saatnya untuk keberangkatan ke tempat tugas di Sabah Malaysia. Ku tak langsung pulang ke Gresik, daerah asal tercinta, tetapi diriku singgah terlebih dahulu ke Kampus UPI Bandung. Saat itu aku bersama rekan pendidik Sabah yaitu Ito (paling kiri di Gambar 1) menuju ke Kampus Bumi Siliwangi.

IMG_20151105_172151.jpg
Gambar 2. Bersama A’ Jajang dan Kang Asep di Kampus UPI

Saat tiba di Kampus UPI, kami ke tempat kostan A’ Jajang dan Kang Asep yang berlokasi di Kawasan Geger Kalong Girang, tak jauh dari kampus. Selanjutnya kami berempat menuju ke Icon Kampus Upi, yaitu bangunan putih bersejarah yang berdiri kokoh dengan dikelilingi danau nan cantik dan taman yang indah menawan (sebagaimana terpampang di Gambar 2). Pada gambar tesebut, tak tampak Ito (karena memang dia kebetulan fotografernya, hehehe). Diriku terlihat memakai jaket olahraga nuansa hitam dan sedikit polesan warna biru serta logo MU (Manchester United). Jaket yang ku kenakan itu ada kenangan tersendiri, yaitu kenang-kenangan dari saudaraku saat PPG dulu. Tahukah siapa gerangan dia? Penasaran tidak? (Pasti nggak bakalan lha, hheheh). Yap, ku kasih tau deh. Jaket MU, yang jadi jaket favoritku, itu ternyata adalah pemberian dari Mas Zaenal Saepul Arip, pemuda asli Sukabumi, Jawa Barat.

IMG_20151111_164729.jpg
Gambar 3. Persiapan Pengukuhan Pendidik Anak-anak Indonesia di Sabah Malaysia

Berikutnya langsung saja menuju detik-detik menuju keberangkatan ke Sabah Malaysia di Jakarta. Yes, Gambar 3 itu adalah usai Gladi Resik Pengukuhan Guru Pendidikan Dasar dan Menengah untuk Pendidikan Anak-anak Indonesia di Sabah Malaysia dan Mindanao Filipina Tahun 2015. Tampak tiga pemuda yang sama-sama gundul (bukan gundul pacul lho ya, lagu bah itu). Mahendra Septiawan dan Fathul Arifin, dua orang yang berada di samping kanan dan kiriku. Kami berkalungkan sabuk merah istimewa saat itu.

IMG_20151111_202201
Gambar 4. Pengukuhan Guru Sabah Malaysia dan Mindanao Filipina di Jakarta

Malam pengukuhan sebelum keberangkatan ke Sabah Malaysia pun dilakukan. Hadir para pejabat Kemdikbud dalam momen spesial itu (Gambar 4). Kami sama-sama mengenakan kemeja putih, dasi, kopiah hitam, sabuk merah, dan logo merah putih. Sungguh semuanya terlihat cakep-cakep dan cukup berwibawa. Dan perjuangan pun dimulai dari sini.

IMG_20151113_111140
Gambar 5. Foto Bersama Usai Serah Terima & Orientasi Pendidik Tahap 6 di Kota Kinabalu

Setiba di Kota Kinabalu, masih ada kegiatan yang mengiringi kami. Ya, kegiatan itu adalah Serah Terima dan Bimtek (Orientasi) Guru Pendidikan Dasar dan Menengah untuk Pendidikan Anak-anak di Sabah Malaysia Tahap 6 yang diselenggarakan pada tanggal 12-14 November 2015 di Sabah Oriental Hotel Kota Kinabalu, Sabah. Pada Gambar 5, kami dengan kompaknya menunjukkan angka 6 dengan enam jari tangan yang menunjukkan kami seluruhnya adalah Pendidik Sabah Tahap 6. Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Pejabat Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu, Pejabat Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau) turut hadir dalam kegiatan serah terima tersebut. Lalu 14 November 2015 aku dan teman-teman berpermit Humana serta CLC Distrik Lahad Datu bersiap menuju Lahad Datu.

IMG_20151115_131715.jpg
Gambar 6. Sawit di Sepanjang Jalan Menuju Tempat Tugas

Selanjutnya, 15 November 2015 adalah saatnya menuju tempat tugas yang sesungguhnya, yaitu CLC Genting Tanjung. Saat itu aku dan rekan seperjuangan satu tempat tugas, Riesty Amaylia Safitri, dijemput oleh kakak Tahap 2 dan 5, yaitu Mas Ikhsan dan Mbak Hazlia Muda. Perjalanan dari Bandar Lahad Datu menuju Genting Tanjung adalah sekitar dua jam dengan menggunakan bas. Selama perjalanan, hampir seluruhnya sawit yang ku lihat (Gambar 6). Kanan sawit, kiri pun sawit. Memang Sabah merupakan negeri di Malaysia yang kaya akan pohon sawit.

IMG_20151115_155842.jpg
Gambar 7. Depan Gedung Sekolah CLC Genting Tanjung

Dan akhirnya aku pun sampai di Ladang Genting Tanjung. Langsung ku menuju sekolah dan mendokumentasikan diri (macam hobi foto eh, hehehe). Di tempat inilah ku berkreasi dan berkarya bersama anak-anak Indonesia selama dua tahun penuh. Di tempat inilah suka duka ku alami selama menjadi perantau yang jauh dari keluarga di Indonesia. Meski belum menjadi pendidik yang terbaik bagi anak-anak, semoga anak-anak takkan melupakanku (ceileh… sendu eh).

Sampai di sini dulu ya Guys cerita Oktober & Horor kali in. Ada hal yang perlu dikerjakan abis nulis story ini. insya Allah masih akan bersambung di seri berikutnya. Jangan bosan untuk terus menikmati sajian bacaan sederhana ini ya, heheh…

Okay, See You…..

 

 

 

Oktober??? Hmhm…. Horor (Part 1)

Oktober??? Hmhm…. Horor (Part 1)

Tak terasa dua puluh empat bulan sudah ku berada di tanah rantau. Padahal baru kemarin menginjakkan kaki di sini. Hmhm, oke akan ku refresh kembali apa yang telah ku lewati sejak pertama datang ke Sabah hingga Oktober ini, bulan horor karena ku akan pulang, kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Untungnya aku sering mendokumentasikan setiap kegiatan di Sabah, jadi saat lagi butuh tidak perlu was-was tak ada gambar. Mungkin slogan “No Picture, Hoax” sedikit ada benarnya juga, hehehhe…

IMG_20151112_113902
 Gambar 1. Saat Pertama Datang di Kota Kinabalu, Sabah

Diawali dengan foto diriku berjas hitam dengan background Samsung Welcome to Kota Kinabalu. Hmhm, terlihat gagah juga eh (sekali-kali puji diri sendiri, hehhe). Dihiasi aksesoris pin bendera merah putih, membuktikan cintaku pada tanah air Indonesiaku tercinta. Lalu batik nuansa biru melekat pada tubuhku. Batik itu adalah kenang-kenangan dari salah satu siswaku di Bandung, yaitu Rizani Putra Nasution. Senang sekali kalau dapat kenang-kenangan dari siswa atau orang-orang tercinta dan terkasih dalam hidupku, eh cie…..

Selanjutnya, beralih ke hal seru lainnya. Check it out now…!!!

IMG_20151103_213839
Gambar 2. Pembekalan Pendidik Anak-anak Indonesia di Sabah Malaysia dan Mindanao Filipina

Oke, gambar 2 tersebut diambil ketika dilaksanakan Kegiatan Pembekalan Guru Pendidikan Dasar dan Menengah untuk Pendidikan Anak-anak Indonesia di Sabah Malaysia dan Mindanao Filipina (sebelum berkelana di Sabah). Pembekalan tersebut diselenggarakan di FaveHotel Bandung, Jawa Barat selama tiga hari yaitu pada tanggal 3 – 5 November 2015. Dengan berbalut kemeja polos putih, dasi merah, name tag, dan kopiah hitam, kami semua mengikuti serangkaian acara dengan suka cita.

IMG_20151104_152758
Gambar 3. Presentasi Rancangan Pembelaran di Kelompok Kecil

Berikutnya adalah saat mempresentasikan rancangan pembelajaran yang telah dibuat pada kelompok masing-masing (Gambar 3). Kawan-kawan ngeliatnya sampai segitunya eh, hehhe…. Ceritanya kami diminta dalam kelompok kecil membuat rancangan pembelajaran sesuai bidang studi masing-masing (Matematika kalau saya sih), lalu setiap anggota kelompok presentasi. Kostum yang ku kenakan saat itu adalah batik dominan biru. Batik tersebut punya kenangan tersendiri, yaitu saat PPL di SMPN 26 Bandung. Itu adalah batik seragam seluruh guru PPL di sekolah tersebut. Suka sekali diriku sama batik itu.

IMG_20151105_095841
Gambar 4. Berfoto sama Ibu Tina, Pejabat Kemdikbud Jakarta

Cerita selanjutnya adalah saat penutupan kegiatan pembekalan di Bandung. Gambar tersebut termasuk momen berharga. Betapa tidak, diriku berfoto sama salah satu Pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Yap, Bu Tina namanya. Beliau adalah salah satu yang mengurus segala hal berkaitan dengan pemberangkatan ke Sabah dan Mindanao. Senang rasanya bisa mengabadikan momen bersama wanita hebat tersebut. Oke, sampai di sini dulu tentang Oktober, yang horor (kataku, hehehe). Kenapa ku bilang horor, tidak lain dan tidak bukan yaitu karena diriku akan meninggalkan anak-anak dan orang-orang yang tecinta dan terkasih di sini (agak lebay ya), telah bersama selama dua tahun penuh. Bisa dikatakan juga lagi menghitung hari eh.

Karena saat ini listrik lagi mati, dan baterai laptop sudah mau low mode, okay bersambung saja ceritaku kali ini. Semoga tulisan ini bermanfaat buat pembaca semuanya. Sampai bertemu di cerita selanjutnya.

(bersambung….)

Let’s Play with Doll

Let’s Play with Doll

“Doll” atau boneka biasanya identik dengan anak perempuan. Tapi eitttss, tunggu dulu. Kali ini boneka yang akan dibahas adalah boneka jari. Pasti pembaca sudah tidak asing kan dengan boneka jari? Hehe…

IMG_6963.JPG
Boneka-boneka Jari

Dilihat dari namanya saja, bisa dikatakan kalau boneka jari itu adalah boneka yang dipasang di jari-jari kita. Kebetulan yang ku punya adalah boneka jari dari jenis binatang. Nampak lucu sekali bonekanya. Boneka-boneka tersebut bisa dibuat mainan di rumah atau bisa juga dibawa ke sekolah. Lho kok sekolah? Iya dong, di sekolah kan banyak anak kecil tuh (kalau mengajar di TK atau SD, hehe). Bahkan anak yang sudah SMP pun suka kok kalau ditunjukkan boneka mungil nan imut tersebut (Jangankan anak SMP, penulis saja suka lihat boneka jari tersebut, hehehe…).

Sony Z 16216.JPG
Bercengkerama dengan Boneka Jari

Terlihat beberapa binatang yang menghiasi jari-jari model di atas (model katanya, haha…). Jika diurutkan berdasarkan Gambar dari kiri ke kanan, ada binatang-binatang seperti panda, beruang, gajah, itik, katak, sapi, kelinci, kudanil, tikus, dan anjing. Semoga nama-nama binatang yang ku sebut benar, hehe….

Berikutnya, aktivitas di sekolah apa saja sih yang bisa menggunakan media boneka jari? Oke, akan ku sebutkan sekarang, check it out !

  1. Mendongeng

Anak-anak di sekolah suka banget sama yang namanya dongeng. Betapa tidak, di dalam dongeng itu ada cerita-cerita yang menghibur dan menarik. Mereka yang biasanya sibuk dengan tugas sekolah, mendengarkan dongeng itu ibarat berjumpa oase di tengah padang pasir. Agak berlebihan nggak ya? Hehe. Selain gurunya yang mendongeng, siswa pun bisa juga yang mendongeng (gantian lha ceritanya, haha)

Sony Z 16260.JPG
Siswa Calon Kelas VII Mendongeng di Depan Kelas

Pada Gambar tersebut siswa tampil mendongeng di depan kelas pada Pelajaran Bahasa Indonesia. Sebelumnya penulis meminta anak-anak untuk membuat cerita dongeng menurut imajinasinya. Alhamdulillah, ada yang oke juga dalam membuat dongeng dan menampilkannya.

Sony Z 16251.JPG
Membuat Dongeng
  1. Describing Animals

Berikutnya, boneka jari bisa dimanfaatkan untuk mendeskripsikan binatang atau describing animals. Kalau menggunakan Bahasa Indonesia sudah biasa, jadi penulis meminta mereka untuk mendeskripsikan binatang menggunakan Bahasa Inggris. Tahu sendiri kan Bahasa Inggris sudah menjadi bahasa internasional. Di sini anak-anak dilatih berbahasa Inggris dimulai dari hal sederhana seperti mendeskripsikan binatang berdasarkan ciri-cirinya. Sayangnya tidak ada dokumentasi saat siswa maju in describing animals. Tapi, it’s okay.

 

  1. Kuis atau tebak-tebakan

Boneka jari pun bisa digunakan sebagai kuis atau tebak-tebakan dalam pelajaran Sains. Jadi boneka tersebut bisa melatih kemampuan berpikir anak-anak lho, hehe..

 

  1. Bernyanyi

Aktivitas satu ini memang tak pernah luput dari perhatian penulis. Yap, bernyanyi. Di sini anak-anak bisa menyanyikan sebuah lagu yang sesuai boneka jari yang ditampilkan. Misalkan guru menampilkan boneka katak, maka siswa harus menyanyikan lagu berkaitan dengan katak. Seru kan? Aktivitas ini membuat suasana kelas jadi menyenangkan, tidak bosan, dan pastinya mereka harus bisa berpikir lagu apa yang sesuai. Heheh…

 

  1. Bercakap-cakap

Untuk aktivitas ini, anak-anak bisa bercakap-cakap dengan temannya di mana mereka memposisikan diri sebagai boneka jari tersebut. Topik percakapan pun bebas, sesuai imajinasi mereka.

 

Oke, itu tadi penggunaan boneka jari di sekolah. Boneka jari memang berguna sekali lho, hehe… (bukan lagi promosi lho ya).

Semoga bermanfaat. Jayalah terus pendidikan anak-anak Indonesia…!!!

Ladang Mana Lagi Ya?

Ladang Mana Lagi Ya?

Bersilaturrahim adalah suatu kegiatan positif yang banyak sekali manfaatnya. Berkunjung ke ladang (tempat tugas) teman-teman di Sabah adalah salah satu aktivitas yang bisa meningkatkan rasa solidaritas dan persaudaraan. Kali ini akan ku uraikan ladang mana saja yang pernah aku kunjungi. Saat ada momen libur sekolah atau weekend, aku suka main ke ladang kawan-kawan yang lain. Tidak banyak ladang yang ku datangi selama aku berada di Sabah 17 bulan ini. Dan insya Allah masih ada waktu 6 bulan lagi untuk berbagi cerita tentangku di negeri tetangga tanah air tercinta yang masih satu pulau dengan Indonesia ini.
Berikut ladang yang pernah ku kunjungi dari awal berada di Sabah hingga detik ini. Tidak sekedar mampir sebentar, tetapi lebih dari sebuah momen berharga bagiku.

  1. Ladang Sandau
    IMG_20151227_205802
    Saat di Ladang Sandau Desember 2015

    27-28 Desember 2015 aku berkunjung ke Ladang Sandau yang termasuk dalam Distrik Lahad Datu. Ladang itu adalah tempat tugas dari Ikhsan Ika Putra. Aku ke sana saat libur akhir semester 1. Waktu itu ada Bang Izwil juga yang dari Ladang Gedau. Para penghuni rumah lainnya lagi pulang kampung di Indonesia, sedangkan kami (tahap 6) saat itu masih belum boleh pulkam ke Indonesia. Aku menginap di Ladang Sandau satu malam saja. Lalu di kesempatan berikutnya aku sempat main ke sana lagi.

  2. Ladang Sapi 2
    IMG_20151229_113533_edit.jpg
    Waktu di Ladang Sapi 2 Bulan Desember 2015

    28-30 Desember 2015.
    Ladang berikutnya adalah Ladang Sapi 2 (Sandakan). Kebetulan saat itu ada Mas Dandy. Ada juga kawan lain yang di sana yaitu Mahendra Septiawan (Ladang Kiabau), Mas Aviandri (Ladang Sungai Menanggol), dan Bang Ade Andreus (Ladang IJM). 3 hari 2 malam aku di situ. Masak bareng, nonton bareng, main-main bareng, dan sebagainya.

  3. Ladang Sungai Kawa
    20151231_104807
    Ketika di Ladang Sungai Kawa Desember 2015

    30-31 Desember 2015
    Berikutnya Go to Sungai Kawa Estate. Ladang ini adalah tempat tugas dari Fathul Arifin dan Mbak Elmi. Saat itu ada beberapa kawan juga seperti Riesty Amaylia, Uripah Nurfatimah, Ranja Dwi Intani, Mbak Harliati Putri Pertiwi, dan Mas Charist juga. Tidak lama aku di sana. Keesokan harinya pun langsung ke Bandar Tawau bersama-sama. Di waktu berikutnya aku ke sana lagi. Ada Mas Adit juga waktu itu.

  4. Ladang Tingkayu
    IMG_20160116_101654.jpg
    Keseruan Mandi di Sungai Ladang Tingkayu Januari 2016

    15-16 Januari 2016 aku berkunjung ke Ladang Tingkayu, yaitu tempat tugas dari Handri Yanto. Tiba di gate ladang tersebut, aku dijemput Kurniawan, lalu menuju sekolah. Aku masuk ke kelas juga, lalu ada kelas mengaji di masjid sore harinya. Malamnya ada kelas Tajwid bersama ustadz-ustadz. Keesokan harinya mandi seru di sungai bersama anak-anak. Hmhm, segarnya air sungai di sana. Lalu kami mencari jamur. Wah, seru banget saat di sana.

    IMG_20160116_102350.jpg
    Bermain Air di Sungai Ladang Tingkayu Januari 2016
  5. Ladang Batangan (CLC Jeroco)
    DSC_8237.JPG
    Acara JBF 5 CLC Jeroco April 2016

    7 April 2016 aku berangkat menuju Ladang Batangan karena akan menjadi salah satu juri Jeroco Battle Festival ke-5 (JBF 5) CLC Jeroco. DI sana adalah tempat tugas dari Mas Franky dan Mas Iwan. Aku saat itu diantar oleh hilux office Genting Tanjung.  Menjadi juri JBF 5 adalah suatu pengalaman berharga buatku. Senang rasanya berjumpa dengan anak-anak CLC Jeroco yang super hitz. 10 April kami (Mas Uray, Mbak Lianti. Mas Yunus, Mbak Diyah, dan aku) kembali ke tempat tugas masing-masing.

    Saat Pembukaan JBF 5 aku mendapat kenang-kenangan berupa lukisan berbingkai. Waktu itu aku mendapatkan hasil karya dari Afnur dengan batik hitam putih kerennya.

    DSC_7691.JPG
    Kenang-kenangan dari M. Afnur April 2016
  6. Ladang Permai
    DSC_0940.JPG
    Classmeeting CLC se-Lahad Datu Mei 2016

    21-22 Mei 2016 5 CLC mengikuti classmeeting CLC se-Lahad Datu di Ladang Permai, yaitu CLC Genting Tanjung, CLC Permai, CLC Lembah Danum, CLC Sabah Mas, dan CLC Borneo Samudra. Ada beberapa cabang olahraga yang meliputi olahraga dan seni.

    Di kesempatan lainnya aku berkunjung ke Ladang Permai lagi bersama Kurniawan Fajar, Sulfadli, dan Hendrik yaitu pada Maret 2017. Aku menyempatkan diri masuk ke kelas, dan mereka seru dan keren semua.

    20170320_181850.jpg
    Keceriaan Bersama Anak-anak CLC Permai Maret 2017

    Live Acoustic Musik pun mewarnai keceriaan kami di Ladang Permai. Dengan berlatarkan pohon sawit dan kabut pagi yang segar, inilah performance kami dengan properti motor bebek hitam dan belalang tempur merah. Hehe…

    a1.png
    Bernyanyi dengan Iringan Gitar di Ladang Permai Maret 2017
  7. Ladang Pahang 2
    Sony Z 6924.jpg
    Bersama Anak-anak CLC Pontian Fico Mei 2016

    28-29 Mei 2016 aku berada di Ladang Pahang 2. Saat itu ada acara Super Camp CLC Pontian Fico. Aku menjadi salah satu pemateri yaitu tentang Motivasi Bersekolah. Waktu itu Mbak Diyah yang menghubungi saya untuk jadi pemateri, padahal tak ada persiapan apa-apa  dulu. Alhamdulillah terlaksana juga. Senang bisa berjumpa dengan anak-anak Fico yang kece. Ladang Pahang 2 itu tempat tugas dari Mas Arifudin.

  8. Ladang SLDB Litang
    DSC_3605.JPG
    Saat di TKB SLDB LItang Desember 2016

    7 Desember 2016 aku dan Pak Nugroho menuju TKB SLDB Litang yang menjadi salah satu TKB dari CLC Genting Tanjung. Waktu itu kami akan memberikan bantuan siswa miskin dan berprestasi berupa alat tulis. Yang bertugas di sana adalah Mbak Rahma. Perjalanan waktu itu ditempuh dengan menggunakan motor dengan ditemani hujan syahdu. Alhamdulillah sampai ke rumah kembali dengan selamat.

  9. Ladang Taliwas
    20170211_172221.jpg
    Berada di Ladang Taliwas Februari 2017

    Ladang Taliwas adalah tempat tugas dari Sulpadli dan Kurniawan Fajar. Dua kali aku ke sana, yaitu Februari dan Maret 2017. Tak lupa Bubur AlaMe menghiasi keceriaan di sana, hehe. Jika Februari, aku buat bubur kacang hijau, Maret aku buat bubur ubi. Sempat juga aku mengisi di kelas CLC Sabah Mas untuk TKB Taliwas. Seru sekali mengajar anak-anak di sana. Mereka sangat antusias di kelas Best bah mereka.

    P_20170320_110122.jpg
    Keceriaan Bersama Anak-anak CLC Sabah Mas TKB Taliwas Maret 2017

    Tak lupa Live Acoustic Music mewarnai keceriaan kami di Ladang Taliwas. Aku menyanyi bersama Sulfadli dalam iringan suara gitar manja. Hehe… Kami bernyanyi di depan rumah.

    IMG_20170323_115707_300.jpg
    Live Singing di Taliwas Estate Maret 2017

    Bukit di Taliwas menjadi tempat favoritku. Dengan pemandangan perumahan warga, berfoto ria di sana sangat tepat untuk menghiasi hari-hari kita menjadi lebih berwarna.

    20170212_165033.jpg
    Bukit Taliwas Estate Februari 2017

    Dan satu foto lagi di Taliwas, yaitu tentang melompat. Melompat itu bermanfaat sekali. Selain untuk kesehatan fisik, pikiran dan jiwa pun bisa lebih baik karenanya.

    DSC_4518.JPG
    Melompat Setinggi-tingginya di Bukit Taliwas Februari 2017

Demikian ceritaku tentang kunjungan ke ladang kawan-kawan sesama pendidik Sabah Malaysia ini. Senang rasanya bisa berkumpul sama saudara-saudara seperjuangan di sini, di tempat tugas mereka. Hopefully, aku bisa main lagi ke ladang yang lain lagi, dengan cerita yang lebih seru dan menyenangkan. Ladang mana lagi ya setelah ini? Hehe….

Oke, semoga tulisan ini bermanfaat. Nantikan kelanjutan ceritaku dengan topik berikutnya, hehe….

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Solo Traveler, Is it Okay?

Solo Traveler, Is it Okay?

Pasti dari kita ada yang suka banget traveling kan? Apalagi jalan-jalan bersama orang-orang yang tersayang seperti keluarga, sahabat, atau pasangan kita. Lalu, bagaimana dengan solo traveler? Oke kah itu?
Well, aku akan mengulas tentang solo traveler. Sebenarnya sudah latepost seh, yaitu Juni 2016. Tapi tidak menjadi masalah. Yang terpenting bisa diambil hal positifnya saja, hehe…

Cerita solo traveler berawal dari adanya momen libur sekolah menurut Kalender Pendidikan (Kaldik) Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) Sabah Malaysia yakni tanggal 18 Juni 2016. Dalam hal ini guru-guru Indonesia diperbolahkan untuk pulang kampung ke Indonesia selama masa liburan tersebut. Yes, aku pun ingin memanfaatkan momen emas tersebut. April 2016 aku pun hunting tiket online. Aku pilih dua tiket, yaitu tiket dengan rute Kota Kinabalu – Kualalumpur (20 Juni 2016) dan Kualalumpur – Surabaya (21-22 Juni 2016). Untuk tiket pertama, transit di Kualalumpur sekitar 6 jam saja. Yang agak lama itu transit di Singapore pada tiket kedua, yaitu lebih dari 20 jam. Oke, jalan-jalan tipis-tipis cukup di Singapore saja.

Sony Z 8631.JPG
Saat di Changi International Airport SIngapore

Saat tiba di Bandara Changi 21 Juni 2016 aku sempat bingung. Bagaimana tidak, dengan barang bawaan saat itu lumayan berat yaitu satu tas jinjing agak besar, satu tas ransel, dan satu tas kecil. Aku dihadapkan beberapa opsi, menginap di hotel atau di airport saja. Akhirnya ku putuskan untuk bermalam di airport saja dan tas jinjing besar dititipkan di tempat penitipan barang dengan membayar beberapa dollar (agak lupa berapa). Selanjutnya aku ingin mencoba naik kendaraan kereta MRT (Mass Rapid Transit) menuju pusat kota di Singapore. Untuk bisa naik kereta tersebut, harus beli tiket dahulu melalui mesin dengan self-service. Aku saat itu agak bingung bagaimana menggunakan mesin untuk beli tiket tersebut. Lalu ada seseorang keturunan Tionghoa yang membantuku dan alhamdulillah tiket MRT sudah di tangan. Lalu aku dan orang yang membantuku tadi naik kereta MRT.

Sony Z 8640.JPG
Saat Naik Kereta MRT menuju Kota di Singapore

Kereta MRT tersebut berhenti di titik-titik tertentu (mirip seperti kereta commuter di Surabaya). Karena lokasi yang ku tuju adalah tempat yang ada Merlion-nya, jaraknya pun agak jauh dari bandara. Jadi ku nikmati saja perjalanan menggunakan kereta tersebut. Lalu aku pun tiba di kota. Aku berjalan sendiri dari gedung satu ke gedung yang lain. Di Singapore itu terdapat banyak gedung yang tinggi. Pemandangan di sana kebanyakan hotel, kantor, mall, dan bangunan lainnya yang super besar dan tinggi. Aku pun berkeliling ke sana ke mari, hehe… Tak lupa ku potret tempat yang unik dan bagus. Hehe….

Sony Z 8661
Bangunan Unik di Singapore

Hingga akhirnya aku menuju ke Merlion Park di mana di daerah tersebut ada icon Negara Singapore yaitu patung dengan gabungan mermaid (badan) dan lion (kepala). Di sana aku selfie dengan berlatarkan Marina Bay Hotel. Biasa, kalau ada momen, jangan lupa tuk diabadikan, hehe.

Sony Z 8675.JPG
Berfoto selfie dengan Berlatarkan Marina Bay Hotel

Saat aku lagi berdiri di sekitar Merlion Park, tiba-tiba datang seseorang asli India. Orang tersebut bekerja di Singapore sebagai chef. Oh ya, namaya Pramod Arya. Dia berbicara dengan bahasa Inggris, kalau dengan bahasa Indonesia tidak paham. Oke ku bercakap-cakap dengannya menggunakan bahasa Inggris juga seadanya. Hehe… Dia menawarkan bantuan untuk memotretku. Well, dengan senang hati.

Sony Z 8739.JPG
Pemandangan Marina Bay

Kemudian baterai handphone-ku habis dan powerbank pun habis baterai. Wah sayangnya saat itu. Sudah jauh-jauh ke Singapore, tapi baterai habis. Tapi alhamdulillah masih bisa berfoto menggunakan handphone milik Pramod. Oke, lanjut mengabadikan momen lagi (mumpung di sini, di Singapore. ehehe).

Sony Z 8721
Suasana Keramaian Merlion Park

Tak lupa kami berdua juga foto bareng biar ada kenangan gitu. Nanti kan tidak tahu akan ketemu lagi apa tidak. Jadi tidak ada salahnya dong, hehe.

Sony Z 8723.jpg
Bersama Pramod Arya

Senangnya saat itu bisa berfoto ria di tempat yang mungkin susah untuk ke sana lagi. Tapi masalahnya satu, hp-ku mati, lha bagaimana cara kirim foto-foto saya dari hp kawanku tadi. Hmhm, tenang bah. Masih bisa kok kirim via whatsapp nanti. Jadi aku pun memberikan nomor WA-ku padanya agar dia kirim semua foto yang di Merlion Park (yang ada aku-nya).

Sony Z 8717.jpg
Keseruan bersama Merlion, hehe…

Berikutnya, kawanku pun beranjak untuk melanjutkan pekerjaannya. Aku pun sendiri lagi. Tapi it’s ok. Aku masih ada hp cadangan seh sebenarnya. Cuma hp biasa, tapi masih bisa berfoto ria. Meski tidak ada kamera depan, masih bisa diakali lha. Hehe… Foto berikut ini juga ku jadikan foto sampul di facebook. Hasilnya pun tidak mengecewakan juga kok (padahal mencoba berkali-kali dan banyak hasil kurang sesuai diinginkan. Maklum tiada front camera, hehe).

Sony Z 9286.jpg
Selfie lagi…

Memang butuh usaha berkali-kali saat menggunakan hp dengan kamera belakang saja. Tapi untungnya masih ada tongsis yang cukup membantu. Jadi yang biasanya layar handphone menghadap kita, sekarang layar tersebut membelakangiku. Heheh…

Sony Z 9283.jpg
Bersama Merlion Putih

Oke, salanjutnya aku meninggalkan Merlion Park dengan segala kenangannya. Aku berkeliling lagi di sekitar gedung-gedung tinggi dan kemudian lanjut naik kereta MRT lagi menuju airport. Malamnya aku standby di bandara saja sambil mengecash handphone di tempat charging station. Karena handphone yang ku gunakan pakai kartu SIM Malaysia, maka kartu tersebut tidak bisa dipakai di bandara. Lalu aku meminta password wifi di airport agar bisa membuka internet.

Sony Z 8737.JPG
Registrasi Wifi di Changi Airport

Malam itu aku agak takut jika foto-foto di sekitar Merlion Park tidak dikirim oleh kawan baruku tadi. Tak lama kemudian ada whatsapp dari Pramod dan alhamdulillah foto-foto tadi dikirim juga padaku. Dan malam ini tidur di bandara. Aku ambil posisi di tempat duduk panjang yang bisa dibuat tidur. Dan keesokan harinya aku lanjut flight ke Surabaya. Okay, See you, Singapore !
And Welcome, Surabaya !

Sony Z 9296.jpg
Siap Landing di Juanda International Airport 22 Juni 2016

Itulah pengalamanku sebagai solo traveler di Singapore. Ada pesan dariku buat pembaca. Jika akan traveling ke tempat manapun, usahakan baterai handphone atau kamera diisi penuh. Jangan seperti aku yang belum apa-apa baterai hp sudah habis., hehe… Lalu, hati-hati saat berjalan sendirian, tetap jaga barang bawaan kita dengan baik. Dan satu lagi, selalu berdoa di manapun dan kapan pun berada.

Semoga bermanfaat, Thank You.

Pingpong, Let’s Go !

Pingpong, Let’s Go !

Yey, tulisan sederhana hadir lagi nih, kali ini tentang salah satu cabang olahraga yang cukup populer di sini (Sabah maksudnya) dan biasanya dilombakan di Kegiatan Apresiasi Kreasi Seni, Pengetahuan, Olahraga, dan Keterampilan (Apkres). Yes, olahraga itu adalah tenis meja atau dikenal juga dengan ‘pingpong’. Apkres merupakan salah satu ajang bergengsi tahunan bagi CLC-CLC se-Sabah Malaysia, di mana masing-masing CLC menunjukkan segala bakat dan potensi dari siswa-siswi terbaiknya. Pada Apkres 2016 lalu, siswa dari CLC Genting Tanjung yang bernama Akbar Bin Razak berada di tempat ke-4 setelah pertandingan mengharukan melawan siswa CLC Keningau dalam memperebutkan Juara 3. Meski belum masuk dalam jajaran juara Apkres, it’s okay. Posisi keempat pun sudah luar biasa dengan banyaknya peserta lomba tenis meja saat itu sekitar 40 siswa dari semua CLC di Sabah.

IMG_1794.jpg
Saat Memperebutkan Tempat ke-3 Pertandingan Tenis Meja pada Apkres Juli 2016

Well, itu pengalaman amazing dari siswa CLC Genting Tanjung tentang tenis meja yang lalu, untuk berikutnya semoga bisa lebih baik lagi. Sekarang kita menuju cerita tentang pingpong dalam seminggu terakhir ini di salah satu TKB dari CLC Genting Tanjung, yaitu TKB Genting Tenegang.
Selama ini siswa TKB Genting Tenegang jarang sekali latihan bola pingpong karena tidak adanya meja tenis di sekolah. Awalnya meja pingpong tersebut ada di TKB Genting Bahagia, lalu diangkut ke TKB Genting Tanjung, dan pada Jumat, 31 Maret 2017 meja berpindah ke TKB Genting Tenegang. Aku beserta dua anak calon Kelas VII, yaitu Mohammad Syafik dan Iqbal Daniel mengambil meja pingpong di TKB Genting Tanjung dengan menggunakan hilux office yang saat itu cuaca lagi mendung. Sempat was-was jika datang hujan syahdu.

P_20170331_153327.jpg
Dua Anak yang Menemani Ambil Meja Pingpong di Genting Tanjung Maret 2017

Selanjutnya anak-anak mulai berlatih pingpong hari Senin, 3 April 2017. Lalu ku berikan pengumuman pada siswa bahwa akan diadakan pertandingan tenis meja tingkat TKB Genting Tenegang pada Sabtu, 8 April 2017. Siswa pun antusias terhadap info tersebut dan mereka bersemangat dalam berlatih. Ada beberapa siswa yang datang ke sekolah pagi untuk latihan pingpong, padahal sekolah harusnya siang hari.

P_20170403_154449
Anak-anak Bersemangat Latihan Pingpong April 2017

Sabtu, 8 April 2017
Tiba saatnya anak-anak bertanding tenis meja. Sebelumnya saya katakan pada siswa bahwa hari Sabtu yang datang sekolah yang mau ikut tanding pingpong saja. Dan ternyata yang hadir 9 anak dan yang turut serta dalam pertandingan pingpong adalah sebanyak 8 anak. Sistem yang digunakan dalam pertandingan sederhana tersebut adalah sistem gugur dengan teknik undian. Setiap peserta akan mengambil kertas undian untuk ditentukan nomornya dari 1 sampai dengan 8.

IMG_6361.JPG
Penjelasan tentang Teknis Pertandingan Tenis Meja April 2017

Permainan sengit mewarnai pertandingan pingpong. Aku sangat senang dengan semangat mereka. Tidak banyak dokumentasi saat pertandingan pingpong tipis-tipis kemarin. Maklum, sibuk jadi wasit, hehe…

IMG_6381.JPG
Bersiap Jadi Wasit Pertandingan Tenis Meja April 2017

Dan hasil dari pertandingan tenis meja adalah sebagai berikut.

  1. Juara Pertama adalah Lasarus Ngari. Siswa Kelas VIII ini termasuk yang bersemangat latihan setiap pagi. Anak yang meraih Peringkat Pertama Kelas VIII pada semester ganjil 2016-2017 ini memang bermain dengan sangat bagus. Congratulation ya atas kemenangan di pertandingan tenis meja ini.

    IMG_2366
    Lasarus Ngari
  2. Juara Kedua adalah Iqbal Daniel. Calon siswa kelas VII ini juga sangat bersemangat dalam latihan. Anak ini bermain menggunakan tangan kiri dengan lincahnya. Dia termasuk salah satu anak yang paling rajin datang ke sekolah, apalagi Maret 2017 kemarin dia jadi Calon Siswa Kelas VII ter-Hitz di TKB Genting Tenegang.

    IMG_3700.jpg
    Iqbal Daniel
  3. Juara Ketiga adalah Faustina Karlina Wula. Satu-satunya peserta perempuan ini memang suka sekali berolahraga, apapun itu jenis olahraga. Siswa yang jadi Peringkat 2 Kelas VIII pada semester ganjil di TKB Genting Tenegang tahun 2016-2017 ini telah menunjukkan kemampuan tenis mejanya dengan menduduki tempat ke-3. Selamat ya.

    DSC_3289.jpg
    Faustina Karlina Wula
  4. Juara Harapan adalah Marsel. Siswa yang meraih Peringkat 1 semester ganjil 2016-2017 ini memang cukup gesit. Terus semangat berlatih agar ke depannya jadi lebih baik lagi, okay…

    IMG_3892.jpg
    Marsel

Oke, itulah profil singkat Sang Juara Pertandingan Pingpong tingkat TKB Genting Tenegang. Untuk hadiah bagi mereka belum dibagikan, insya Allah akan diberikan saat sekolah nanti siang. Semoga anak-anak terus semangat belajar dan berlatih dalam berolahraga.

Berikut bagan pertandingan tenis meja Sabtu, 8 April 2017.

bagan pingpong
Bagan dan Hasil Pertandingan Tenis Meja di TKB Genting Tenegang April 2017

Untuk cabang olahraga pingpong sendiri, semoga terus berkembang di CLC Genting Tanjung. Semoga di Apkres 2017 (kalau masih ada pertandingan tenis meja, hehe…) anak-anak bisa tampil lebih baik lagi dari Apkres sebelumnya (Apkres 2016).

IMG_1774 (2).JPG
Kontingen Apkres 2016 CLC Genting Tanjung

Salam semangat selalu untuk pendidikan anak-anak Indonesia. Jayalah Indonesia-ku.
Semoga bermanfaat, terima kasih.