Tag: sabah

Let’s Play with Doll

Let’s Play with Doll

“Doll” atau boneka biasanya identik dengan anak perempuan. Tapi eitttss, tunggu dulu. Kali ini boneka yang akan dibahas adalah boneka jari. Pasti pembaca sudah tidak asing kan dengan boneka jari? Hehe…

IMG_6963.JPG
Boneka-boneka Jari

Dilihat dari namanya saja, bisa dikatakan kalau boneka jari itu adalah boneka yang dipasang di jari-jari kita. Kebetulan yang ku punya adalah boneka jari dari jenis binatang. Nampak lucu sekali bonekanya. Boneka-boneka tersebut bisa dibuat mainan di rumah atau bisa juga dibawa ke sekolah. Lho kok sekolah? Iya dong, di sekolah kan banyak anak kecil tuh (kalau mengajar di TK atau SD, hehe). Bahkan anak yang sudah SMP pun suka kok kalau ditunjukkan boneka mungil nan imut tersebut (Jangankan anak SMP, penulis saja suka lihat boneka jari tersebut, hehehe…).

Sony Z 16216.JPG
Bercengkerama dengan Boneka Jari

Terlihat beberapa binatang yang menghiasi jari-jari model di atas (model katanya, haha…). Jika diurutkan berdasarkan Gambar dari kiri ke kanan, ada binatang-binatang seperti panda, beruang, gajah, itik, katak, sapi, kelinci, kudanil, tikus, dan anjing. Semoga nama-nama binatang yang ku sebut benar, hehe….

Berikutnya, aktivitas di sekolah apa saja sih yang bisa menggunakan media boneka jari? Oke, akan ku sebutkan sekarang, check it out !

  1. Mendongeng

Anak-anak di sekolah suka banget sama yang namanya dongeng. Betapa tidak, di dalam dongeng itu ada cerita-cerita yang menghibur dan menarik. Mereka yang biasanya sibuk dengan tugas sekolah, mendengarkan dongeng itu ibarat berjumpa oase di tengah padang pasir. Agak berlebihan nggak ya? Hehe. Selain gurunya yang mendongeng, siswa pun bisa juga yang mendongeng (gantian lha ceritanya, haha)

Sony Z 16260.JPG
Siswa Calon Kelas VII Mendongeng di Depan Kelas

Pada Gambar tersebut siswa tampil mendongeng di depan kelas pada Pelajaran Bahasa Indonesia. Sebelumnya penulis meminta anak-anak untuk membuat cerita dongeng menurut imajinasinya. Alhamdulillah, ada yang oke juga dalam membuat dongeng dan menampilkannya.

Sony Z 16251.JPG
Membuat Dongeng
  1. Describing Animals

Berikutnya, boneka jari bisa dimanfaatkan untuk mendeskripsikan binatang atau describing animals. Kalau menggunakan Bahasa Indonesia sudah biasa, jadi penulis meminta mereka untuk mendeskripsikan binatang menggunakan Bahasa Inggris. Tahu sendiri kan Bahasa Inggris sudah menjadi bahasa internasional. Di sini anak-anak dilatih berbahasa Inggris dimulai dari hal sederhana seperti mendeskripsikan binatang berdasarkan ciri-cirinya. Sayangnya tidak ada dokumentasi saat siswa maju in describing animals. Tapi, it’s okay.

 

  1. Kuis atau tebak-tebakan

Boneka jari pun bisa digunakan sebagai kuis atau tebak-tebakan dalam pelajaran Sains. Jadi boneka tersebut bisa melatih kemampuan berpikir anak-anak lho, hehe..

 

  1. Bernyanyi

Aktivitas satu ini memang tak pernah luput dari perhatian penulis. Yap, bernyanyi. Di sini anak-anak bisa menyanyikan sebuah lagu yang sesuai boneka jari yang ditampilkan. Misalkan guru menampilkan boneka katak, maka siswa harus menyanyikan lagu berkaitan dengan katak. Seru kan? Aktivitas ini membuat suasana kelas jadi menyenangkan, tidak bosan, dan pastinya mereka harus bisa berpikir lagu apa yang sesuai. Heheh…

 

  1. Bercakap-cakap

Untuk aktivitas ini, anak-anak bisa bercakap-cakap dengan temannya di mana mereka memposisikan diri sebagai boneka jari tersebut. Topik percakapan pun bebas, sesuai imajinasi mereka.

 

Oke, itu tadi penggunaan boneka jari di sekolah. Boneka jari memang berguna sekali lho, hehe… (bukan lagi promosi lho ya).

Semoga bermanfaat. Jayalah terus pendidikan anak-anak Indonesia…!!!

Ladang Mana Lagi Ya?

Ladang Mana Lagi Ya?

Bersilaturrahim adalah suatu kegiatan positif yang banyak sekali manfaatnya. Berkunjung ke ladang (tempat tugas) teman-teman di Sabah adalah salah satu aktivitas yang bisa meningkatkan rasa solidaritas dan persaudaraan. Kali ini akan ku uraikan ladang mana saja yang pernah aku kunjungi. Saat ada momen libur sekolah atau weekend, aku suka main ke ladang kawan-kawan yang lain. Tidak banyak ladang yang ku datangi selama aku berada di Sabah 17 bulan ini. Dan insya Allah masih ada waktu 6 bulan lagi untuk berbagi cerita tentangku di negeri tetangga tanah air tercinta yang masih satu pulau dengan Indonesia ini.
Berikut ladang yang pernah ku kunjungi dari awal berada di Sabah hingga detik ini. Tidak sekedar mampir sebentar, tetapi lebih dari sebuah momen berharga bagiku.

  1. Ladang Sandau
    IMG_20151227_205802
    Saat di Ladang Sandau Desember 2015

    27-28 Desember 2015 aku berkunjung ke Ladang Sandau yang termasuk dalam Distrik Lahad Datu. Ladang itu adalah tempat tugas dari Ikhsan Ika Putra. Aku ke sana saat libur akhir semester 1. Waktu itu ada Bang Izwil juga yang dari Ladang Gedau. Para penghuni rumah lainnya lagi pulang kampung di Indonesia, sedangkan kami (tahap 6) saat itu masih belum boleh pulkam ke Indonesia. Aku menginap di Ladang Sandau satu malam saja. Lalu di kesempatan berikutnya aku sempat main ke sana lagi.

  2. Ladang Sapi 2
    IMG_20151229_113533_edit.jpg
    Waktu di Ladang Sapi 2 Bulan Desember 2015

    28-30 Desember 2015.
    Ladang berikutnya adalah Ladang Sapi 2 (Sandakan). Kebetulan saat itu ada Mas Dandy. Ada juga kawan lain yang di sana yaitu Mahendra Septiawan (Ladang Kiabau), Mas Aviandri (Ladang Sungai Menanggol), dan Bang Ade Andreus (Ladang IJM). 3 hari 2 malam aku di situ. Masak bareng, nonton bareng, main-main bareng, dan sebagainya.

  3. Ladang Sungai Kawa
    20151231_104807
    Ketika di Ladang Sungai Kawa Desember 2015

    30-31 Desember 2015
    Berikutnya Go to Sungai Kawa Estate. Ladang ini adalah tempat tugas dari Fathul Arifin dan Mbak Elmi. Saat itu ada beberapa kawan juga seperti Riesty Amaylia, Uripah Nurfatimah, Ranja Dwi Intani, Mbak Harliati Putri Pertiwi, dan Mas Charist juga. Tidak lama aku di sana. Keesokan harinya pun langsung ke Bandar Tawau bersama-sama. Di waktu berikutnya aku ke sana lagi. Ada Mas Adit juga waktu itu.

  4. Ladang Tingkayu
    IMG_20160116_101654.jpg
    Keseruan Mandi di Sungai Ladang Tingkayu Januari 2016

    15-16 Januari 2016 aku berkunjung ke Ladang Tingkayu, yaitu tempat tugas dari Handri Yanto. Tiba di gate ladang tersebut, aku dijemput Kurniawan, lalu menuju sekolah. Aku masuk ke kelas juga, lalu ada kelas mengaji di masjid sore harinya. Malamnya ada kelas Tajwid bersama ustadz-ustadz. Keesokan harinya mandi seru di sungai bersama anak-anak. Hmhm, segarnya air sungai di sana. Lalu kami mencari jamur. Wah, seru banget saat di sana.

    IMG_20160116_102350.jpg
    Bermain Air di Sungai Ladang Tingkayu Januari 2016
  5. Ladang Batangan (CLC Jeroco)
    DSC_8237.JPG
    Acara JBF 5 CLC Jeroco April 2016

    7 April 2016 aku berangkat menuju Ladang Batangan karena akan menjadi salah satu juri Jeroco Battle Festival ke-5 (JBF 5) CLC Jeroco. DI sana adalah tempat tugas dari Mas Franky dan Mas Iwan. Aku saat itu diantar oleh hilux office Genting Tanjung.  Menjadi juri JBF 5 adalah suatu pengalaman berharga buatku. Senang rasanya berjumpa dengan anak-anak CLC Jeroco yang super hitz. 10 April kami (Mas Uray, Mbak Lianti. Mas Yunus, Mbak Diyah, dan aku) kembali ke tempat tugas masing-masing.

    Saat Pembukaan JBF 5 aku mendapat kenang-kenangan berupa lukisan berbingkai. Waktu itu aku mendapatkan hasil karya dari Afnur dengan batik hitam putih kerennya.

    DSC_7691.JPG
    Kenang-kenangan dari M. Afnur April 2016
  6. Ladang Permai
    DSC_0940.JPG
    Classmeeting CLC se-Lahad Datu Mei 2016

    21-22 Mei 2016 5 CLC mengikuti classmeeting CLC se-Lahad Datu di Ladang Permai, yaitu CLC Genting Tanjung, CLC Permai, CLC Lembah Danum, CLC Sabah Mas, dan CLC Borneo Samudra. Ada beberapa cabang olahraga yang meliputi olahraga dan seni.

    Di kesempatan lainnya aku berkunjung ke Ladang Permai lagi bersama Kurniawan Fajar, Sulfadli, dan Hendrik yaitu pada Maret 2017. Aku menyempatkan diri masuk ke kelas, dan mereka seru dan keren semua.

    20170320_181850.jpg
    Keceriaan Bersama Anak-anak CLC Permai Maret 2017

    Live Acoustic Musik pun mewarnai keceriaan kami di Ladang Permai. Dengan berlatarkan pohon sawit dan kabut pagi yang segar, inilah performance kami dengan properti motor bebek hitam dan belalang tempur merah. Hehe…

    a1.png
    Bernyanyi dengan Iringan Gitar di Ladang Permai Maret 2017
  7. Ladang Pahang 2
    Sony Z 6924.jpg
    Bersama Anak-anak CLC Pontian Fico Mei 2016

    28-29 Mei 2016 aku berada di Ladang Pahang 2. Saat itu ada acara Super Camp CLC Pontian Fico. Aku menjadi salah satu pemateri yaitu tentang Motivasi Bersekolah. Waktu itu Mbak Diyah yang menghubungi saya untuk jadi pemateri, padahal tak ada persiapan apa-apa  dulu. Alhamdulillah terlaksana juga. Senang bisa berjumpa dengan anak-anak Fico yang kece. Ladang Pahang 2 itu tempat tugas dari Mas Arifudin.

  8. Ladang SLDB Litang
    DSC_3605.JPG
    Saat di TKB SLDB LItang Desember 2016

    7 Desember 2016 aku dan Pak Nugroho menuju TKB SLDB Litang yang menjadi salah satu TKB dari CLC Genting Tanjung. Waktu itu kami akan memberikan bantuan siswa miskin dan berprestasi berupa alat tulis. Yang bertugas di sana adalah Mbak Rahma. Perjalanan waktu itu ditempuh dengan menggunakan motor dengan ditemani hujan syahdu. Alhamdulillah sampai ke rumah kembali dengan selamat.

  9. Ladang Taliwas
    20170211_172221.jpg
    Berada di Ladang Taliwas Februari 2017

    Ladang Taliwas adalah tempat tugas dari Sulpadli dan Kurniawan Fajar. Dua kali aku ke sana, yaitu Februari dan Maret 2017. Tak lupa Bubur AlaMe menghiasi keceriaan di sana, hehe. Jika Februari, aku buat bubur kacang hijau, Maret aku buat bubur ubi. Sempat juga aku mengisi di kelas CLC Sabah Mas untuk TKB Taliwas. Seru sekali mengajar anak-anak di sana. Mereka sangat antusias di kelas Best bah mereka.

    P_20170320_110122.jpg
    Keceriaan Bersama Anak-anak CLC Sabah Mas TKB Taliwas Maret 2017

    Tak lupa Live Acoustic Music mewarnai keceriaan kami di Ladang Taliwas. Aku menyanyi bersama Sulfadli dalam iringan suara gitar manja. Hehe… Kami bernyanyi di depan rumah.

    IMG_20170323_115707_300.jpg
    Live Singing di Taliwas Estate Maret 2017

    Bukit di Taliwas menjadi tempat favoritku. Dengan pemandangan perumahan warga, berfoto ria di sana sangat tepat untuk menghiasi hari-hari kita menjadi lebih berwarna.

    20170212_165033.jpg
    Bukit Taliwas Estate Februari 2017

    Dan satu foto lagi di Taliwas, yaitu tentang melompat. Melompat itu bermanfaat sekali. Selain untuk kesehatan fisik, pikiran dan jiwa pun bisa lebih baik karenanya.

    DSC_4518.JPG
    Melompat Setinggi-tingginya di Bukit Taliwas Februari 2017

Demikian ceritaku tentang kunjungan ke ladang kawan-kawan sesama pendidik Sabah Malaysia ini. Senang rasanya bisa berkumpul sama saudara-saudara seperjuangan di sini, di tempat tugas mereka. Hopefully, aku bisa main lagi ke ladang yang lain lagi, dengan cerita yang lebih seru dan menyenangkan. Ladang mana lagi ya setelah ini? Hehe….

Oke, semoga tulisan ini bermanfaat. Nantikan kelanjutan ceritaku dengan topik berikutnya, hehe….

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pingpong, Let’s Go !

Pingpong, Let’s Go !

Yey, tulisan sederhana hadir lagi nih, kali ini tentang salah satu cabang olahraga yang cukup populer di sini (Sabah maksudnya) dan biasanya dilombakan di Kegiatan Apresiasi Kreasi Seni, Pengetahuan, Olahraga, dan Keterampilan (Apkres). Yes, olahraga itu adalah tenis meja atau dikenal juga dengan ‘pingpong’. Apkres merupakan salah satu ajang bergengsi tahunan bagi CLC-CLC se-Sabah Malaysia, di mana masing-masing CLC menunjukkan segala bakat dan potensi dari siswa-siswi terbaiknya. Pada Apkres 2016 lalu, siswa dari CLC Genting Tanjung yang bernama Akbar Bin Razak berada di tempat ke-4 setelah pertandingan mengharukan melawan siswa CLC Keningau dalam memperebutkan Juara 3. Meski belum masuk dalam jajaran juara Apkres, it’s okay. Posisi keempat pun sudah luar biasa dengan banyaknya peserta lomba tenis meja saat itu sekitar 40 siswa dari semua CLC di Sabah.

IMG_1794.jpg
Saat Memperebutkan Tempat ke-3 Pertandingan Tenis Meja pada Apkres Juli 2016

Well, itu pengalaman amazing dari siswa CLC Genting Tanjung tentang tenis meja yang lalu, untuk berikutnya semoga bisa lebih baik lagi. Sekarang kita menuju cerita tentang pingpong dalam seminggu terakhir ini di salah satu TKB dari CLC Genting Tanjung, yaitu TKB Genting Tenegang.
Selama ini siswa TKB Genting Tenegang jarang sekali latihan bola pingpong karena tidak adanya meja tenis di sekolah. Awalnya meja pingpong tersebut ada di TKB Genting Bahagia, lalu diangkut ke TKB Genting Tanjung, dan pada Jumat, 31 Maret 2017 meja berpindah ke TKB Genting Tenegang. Aku beserta dua anak calon Kelas VII, yaitu Mohammad Syafik dan Iqbal Daniel mengambil meja pingpong di TKB Genting Tanjung dengan menggunakan hilux office yang saat itu cuaca lagi mendung. Sempat was-was jika datang hujan syahdu.

P_20170331_153327.jpg
Dua Anak yang Menemani Ambil Meja Pingpong di Genting Tanjung Maret 2017

Selanjutnya anak-anak mulai berlatih pingpong hari Senin, 3 April 2017. Lalu ku berikan pengumuman pada siswa bahwa akan diadakan pertandingan tenis meja tingkat TKB Genting Tenegang pada Sabtu, 8 April 2017. Siswa pun antusias terhadap info tersebut dan mereka bersemangat dalam berlatih. Ada beberapa siswa yang datang ke sekolah pagi untuk latihan pingpong, padahal sekolah harusnya siang hari.

P_20170403_154449
Anak-anak Bersemangat Latihan Pingpong April 2017

Sabtu, 8 April 2017
Tiba saatnya anak-anak bertanding tenis meja. Sebelumnya saya katakan pada siswa bahwa hari Sabtu yang datang sekolah yang mau ikut tanding pingpong saja. Dan ternyata yang hadir 9 anak dan yang turut serta dalam pertandingan pingpong adalah sebanyak 8 anak. Sistem yang digunakan dalam pertandingan sederhana tersebut adalah sistem gugur dengan teknik undian. Setiap peserta akan mengambil kertas undian untuk ditentukan nomornya dari 1 sampai dengan 8.

IMG_6361.JPG
Penjelasan tentang Teknis Pertandingan Tenis Meja April 2017

Permainan sengit mewarnai pertandingan pingpong. Aku sangat senang dengan semangat mereka. Tidak banyak dokumentasi saat pertandingan pingpong tipis-tipis kemarin. Maklum, sibuk jadi wasit, hehe…

IMG_6381.JPG
Bersiap Jadi Wasit Pertandingan Tenis Meja April 2017

Dan hasil dari pertandingan tenis meja adalah sebagai berikut.

  1. Juara Pertama adalah Lasarus Ngari. Siswa Kelas VIII ini termasuk yang bersemangat latihan setiap pagi. Anak yang meraih Peringkat Pertama Kelas VIII pada semester ganjil 2016-2017 ini memang bermain dengan sangat bagus. Congratulation ya atas kemenangan di pertandingan tenis meja ini.

    IMG_2366
    Lasarus Ngari
  2. Juara Kedua adalah Iqbal Daniel. Calon siswa kelas VII ini juga sangat bersemangat dalam latihan. Anak ini bermain menggunakan tangan kiri dengan lincahnya. Dia termasuk salah satu anak yang paling rajin datang ke sekolah, apalagi Maret 2017 kemarin dia jadi Calon Siswa Kelas VII ter-Hitz di TKB Genting Tenegang.

    IMG_3700.jpg
    Iqbal Daniel
  3. Juara Ketiga adalah Faustina Karlina Wula. Satu-satunya peserta perempuan ini memang suka sekali berolahraga, apapun itu jenis olahraga. Siswa yang jadi Peringkat 2 Kelas VIII pada semester ganjil di TKB Genting Tenegang tahun 2016-2017 ini telah menunjukkan kemampuan tenis mejanya dengan menduduki tempat ke-3. Selamat ya.

    DSC_3289.jpg
    Faustina Karlina Wula
  4. Juara Harapan adalah Marsel. Siswa yang meraih Peringkat 1 semester ganjil 2016-2017 ini memang cukup gesit. Terus semangat berlatih agar ke depannya jadi lebih baik lagi, okay…

    IMG_3892.jpg
    Marsel

Oke, itulah profil singkat Sang Juara Pertandingan Pingpong tingkat TKB Genting Tenegang. Untuk hadiah bagi mereka belum dibagikan, insya Allah akan diberikan saat sekolah nanti siang. Semoga anak-anak terus semangat belajar dan berlatih dalam berolahraga.

Berikut bagan pertandingan tenis meja Sabtu, 8 April 2017.

bagan pingpong
Bagan dan Hasil Pertandingan Tenis Meja di TKB Genting Tenegang April 2017

Untuk cabang olahraga pingpong sendiri, semoga terus berkembang di CLC Genting Tanjung. Semoga di Apkres 2017 (kalau masih ada pertandingan tenis meja, hehe…) anak-anak bisa tampil lebih baik lagi dari Apkres sebelumnya (Apkres 2016).

IMG_1774 (2).JPG
Kontingen Apkres 2016 CLC Genting Tanjung

Salam semangat selalu untuk pendidikan anak-anak Indonesia. Jayalah Indonesia-ku.
Semoga bermanfaat, terima kasih.

 

 

 

All about “Bubur AlaMe”

All about “Bubur AlaMe”

Pasti teman-teman sudah gemes & geli ya dengan judul yang ku buat. Kenapa tidak bubur alami, atau kenapa harus AlaMe? Hehehe…

DSC_4356
Bubur AlaMe Kacang Hijau

Bubur AlaMe. Meski semua orang sudah tahu apa itu bubur, akan ku ulas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Bubur adalah makanan lembek dan berair yang dibuat dari bahan beras, kacang-kacangan, dan sebagainya yang direbus (KBBI). Ala, menurut KBBI adalah secara. Lalu Me itu dari Bahasa Inggris yang artinya saya atau aku. Jadi dapat ku katakan kalau Bubur AlaMe itu bubur yang memang dibuat dengan bahan dan cara pembuatan menurut caraku sendiri, heheh…

Awalnya aku suka iseng-iseng bikin bubur di rumah. Dulu biasanya bikin bubur dengan bahan kacang hijau. Ketika kali pertama buat bubur di sini (Sabah maksudnya) dan saat itu aku tinggal di Genting Tanjung Estate, hasilnya masih keras kacang hijaunya. Hehe, maklum baru awal-awal percobaan ke’iseng’anku. Hal itu terjadi karena merebus kacang hijaunya kurang lama. Seperti kita tahu, kacang hijau itu termasuk bahan makanan yang agak lama proses jadi lunaknya.

Berikutnya, aku pun mencoba buat bubur kacang hijau lagi. Dan alhamdulillah sudah lunak hasilnya, dan bisa dikatakan telah layak makan. Saat itu cuma orang di rumah dan kawan yang main ke rumah saja yang makan. Kebetulan saat itu aku tinggal bersama Roslani (dokter di Klinik Genting Tanjung) dan Taufik (Praktikal Office Genting Tanjung saat itu).

Selanjutnya saat aku tinggal di Genting Tenegang Estate, aku malah sering sekali membuat bubur. Entah mengapa kok aku suka banget bikin makanan lunak itu. Terkadang aku seharian makan bubur saja, sesekali saja seh, hehe…

Bubur AlaMe awalnya jadi konsumsi di rumah saja, lalu pernah ku bawa ke sekolah. Ceritanya sekali-sekali makan bubur AlaMe bersama anak-anak di sekolah. Dan alhamdulillah anak-anak pun suka. Saat itu cuma bikin bubur sedikit, sehingga ya dibagi seadanya saja, yang penting semua merasakan.

IMG_3853.JPG
Bubur AlaMe Ubi Ungu di TKB Genting Tenegang Februari 2017

Lalu aku pun berpikir bagaimana kalau bersama anak-anak ikut meramaikan pasar gaji yang hadir setiap sebulan sekali. Jadi yang menikmati bubur AlaMe bukan hanya aku atau tetangga dekat atau anak-anak saja, melainkan masyarakat ladang juga merasakan bubur kacang hijau dan bubur ubi. Dalam hal ini, belum ada warga yang berjualan bubur di pasar gaji. Jadi dapat ku katakan kalau pasar gaji menjadi momen yang tepat untuk berkreasi dengan Bubur AlaMe, hehee…

Pasar Gaji Maret 2017
Tanggal 7 Maret 2017 adalah hari yang dinanti-nanti warga Genting Tenegang Estate. Bagaimana tidak, saat itu adalah hari di mana mereka memperoleh gaji setelah satu bulan bekerja keras di ladang. Tak mau ketinggalan, kami (anak-anak CLC Genting Tanjung TKB Genting Tenegang beserta aku pastinya, hehe) berjualan Bubur AlaMe di pasar gaji yang hanya ada sebulan sekali (yaitu setiap tanggal 7). Kami membuat bubur di rumah sebanyak dua periuk nasi, lalu diangkut ke pasar gaji untuk didistribusikan ke konsumen.

IMG_4772
Penampilan Perdana Bubur AlaMe di Pasar Gaji Genting Tenegang Estate Maret 2017

Saat akan berjualan bubur di pasar gaji Maret 2017, aku bingung akan buat stand di mana. Soalnya ada yang bilang jika akan berjualan, harus minta izin dulu ke ketua kampung biar nyaman gitu. Oke, aku dengan ditemani siswa menuju rumah ketua kampung untuk meminta izin berjualan kecil-kecilan. Ketua kampung pun mengizinkan. Lalu kami pun memakai meja di rumah siswa (yang dekat dengan pasar gaji). Dengan meja dilapisi kain putih, beraksi-lah kami.

IMG_20170308_192132_044.jpg

Semangat Beraksi bersama Bubur AlaMe Maret 2017

Sebagai tanda kalau kami anak-anak CLC Genting Tanjung, anak-anak memakai jaket CLC dengan nuansa merah meriah. Jaket CLC dipakai jika ada momen tampil di luar sekolah, yang dalam hal itu di pasar gaji agar masyarakat semakin kenal dengan CLC. Tak lupa kami sertakan pamflet sederhana bertuliskan bubur AlaMe dan keterangannya. Pamflet itu dibuat dengan terburu-buru karena lagi mengejar waktu saat itu. Maklum, baru pertama akan ‘aksi’, sehingga belum terlalu maksimal tampilan pamfletnya.

IMG_4769.jpg
Siswa bersama Pamflet Sederhana Maret 2017

Suasana pasar gaji di ladang akan sangat ramai setelah masyarakat ambil gaji di office Genting Tenegang Estate. Biasanya setelah dari office, mereka langsung bergegas menuju pasar untuk berbelanja. Pasar di sini tidak sebesar di Genting Tanjung Estate yang banyak sekali orang berjualan dan banyak juga pengunjung. Tetapi di Genting Tenegang pun oke kok. Pasar gaji menjadi momen setiap bulan untuk menikmati keramaian dan keceriaan di ladang.

DSC_4776.jpg
Situasi Pasar Gaji Maret 2017

Sambil beraksi bersama Bubur AlaMe, kami pun bersama-sama menikmati pisang goreng spesial. Spesial karena dimakan bersama anak-anak yang spesial, hehe. Ada sambalnya juga lho, jadi makin mantap makanan itu.

IMG_20170308_080401_850.jpg
Menikmati Pisang Goreng Bersama Anak-anak Maret 2017

Itulah cerita pengalaman seru kami saat momen pasar gaji Maret 2017. Sebelum lanjut ke momen pasar gaji April 2017, kita bahas dulu yuk, apa saja alat dan bahan yang dibutuhkan dan serangkaian proses untuk membuat bubur ubi. Meskipun teman-teman sudah tahu dan bisa, tapi tidak ada salahnya kok. Okay, check it out !

Alat :
Kompor
Periuk
Sendok besar
Bahan :
Ubi
Sagu
Garam (sedikit saja)
Gula (sesuai selera)
Santan
Daun pandan
Air
Proses pembuatan Bubur AlaMe (bubur ubi) :

  1. Siapkan terlebih dahulu alat dan bahan yang dibutuhkan.
  2. Kupas ubi menggunakan pisau. Kulit ubi dihilangkan dengan bersih lho ya, hehe..

    P_20170407_080106.jpg
    Ubi Dikupas Kulitnya
  3. Kemudian, ubi yang telah dikupas tadi dicuci dengan menggunakan air bersih.

    P_20170407_080636.jpg
    Ubi Dicuci dengan Air Bersih
  4. Setelah itu, ubi dipotong dengan bentuk kecil-kecil. Bentuknya boleh bentuk apa saja, yang penting kecil ya….

    IMG_5978.jpg
    Ubi Dipotong Kecil-kecil
  5. Selanjutnya, potongan ubi kecil-kecil tadi dicuci lagi bah.

    P_20170407_082303.jpg
    Potongan Ubi Dicuci
  6. Lalu masukkan potongan ubi tersebut ke dalam periuk, kemudian tambahkan air ke dalamnya.

    IMG_20170407_143937.jpg
    Potongan Ubi DImasukkan dalam Periuk dan Ditambahkan Air
  7. Letakkan periuk berisi potongan-potongan ubi dan air di atas kompor gas dan tutuplah periuk. Lalu nyalakan kompor gas.

    IMG_20170407_144058.jpg
    Ubi Direbus
  8. Tunggu beberapa saat hingga ubi yang direbus menjadi lunak. Sambil menunggu ubi lunak, cucilah sagu dan kemudian tiriskan.

    IMG_6074.jpg
    Sagu Dicuci dan Ditiriskan
  9. Setelah ubi yang direbus telah lunak, masukkan sagu ke dalam periuk. Kemudian aduk secara perlahan.

    IMG_6080.jpg
    Sagu Dimasukkan dan Diaduk Perlahan
  10. Kemudian masukkan garam sedikit saja, aduk perlahan lagi. Berikutnya, masukkan gula sesuai selera ke dalam periuk dan aduk lagi.
  11. Masukkan santan ke dalam bubur, dan seperti biasa aduk-aduk lagi.

    IMG_6125.JPG
    Santan Dimasukkan. Bukan lagi promosi produk lho ya, hehe..
  12. Kemudian masukkan daun pandan yang telah dipotong dan dicuci bersih. Lalu bubur diaduk-aduk perlahan

    IMG_6134.jpg
    Daun Pandan Dimasukkan dan Diaduk
  13. Oke, bubur AlaMe siap dihidangkan. Selamat menikmati, hehee…

    IMG_6139.JPG
    Tester Bubur AlaMe Ubi

Demikian tadi tentang proses pembuatan bubur AlaMe sederhana dengan bahan utama ubi. Jika ingin membuat dengan bahan utama kacang hijau, hampir sama langkah-langkahnya kok. Hehe…

Next, kita lanjut pada suasana pasar gaji 7 April 2017.
Pasar gaji Maret 2017 menjadi aksi kedua kami dalam berkreasi dengan bubur AlaMe. Hujan syahdu mewarnai pasar gaji di ladang. Tetapi hal tersebut tidak menyurutkan semangat kami untuk meramaikan pasar yang hanya ada setiap sebulan sekali ini. Awalnya kita bingung akan membuka lapak di mana. Kalau yang bulan lalu, stand kami berada di pinggir jalan dengan tidak memakai tenda penutup karena cuaca sangat bagus (cerah sekali). Namun pasar gaji kali ini ditemani dengan tetes-tetes air yang turun dari awan-awan gelap. Sehingga kami membuka stand di depan rumah warga yang ada atapnya agar aman dari hujan.

IMG_20170407_182435_632.jpg
Stand Bubur AlaMe Dapan Rumah Warga Saat Pasar Gaji April 2017

Awalnya di depan rumah warga ini sunyi karena lokasi kurang strategis, sehingga kami pun berpindah tempat berjualan ke ujung rumah warga yang berdekatan langsung dengan pasar gaji dengan beratapkan tenda biru. Bukan judul lagu lho ya, hehe…

IMG_6308.JPG
Pindah Posisi ke Ujung Rumah Warga dangan Tenda Biru April 2017

Berjualan bubur AlaMe kali ini dengan kuantitas yang lebih besar dari bulan sebelumnya. Betapa tidak, periuk yang kami gunakan ukurannya benar-benar jumbo. Coba bandingkan dengan yang lalu, hanya dengan periuk nasi kecil. Untuk varian rasa, kali ini sedikit berbeda. Sebelumnya bubur ubi ungu, sekarang bubur ubi kuning. Untuk bubur kacang hijau masih tetap ada kok.

IMG_6281.JPG
Anak-anak Beraksi bersama Bubur AlaMe April 2017

Untuk pamflet kali ini sedikit lebih baik dari sebelumnya. Sekarang disertakan pula gambar siswa saat pasar gaji bulan lalu serta juga gambar bubur ubi dan bubur kacang hijau. Cuma masih di kertas biasa saja seh, tapi it’s okay.

bub (2).png
Pamflet Bubur AlaMe

Alhamdulillah, untuk berjualan bubur AlaMe bulan ini laris manis. Kali ini sudah dicoba membuat bubur dengan kuantitas sekitar dua kali lebih banyak dari yang sebelumnya. Dan habis tak bersisa buburnya. Untuk selanjutnya, ingin sekali mencoba dengan varian rasa berbeda, dengan mengganti bahan utama bubur tersebut seperti kacang merah atau yang lainnya.

IMG_6299.JPG
Suasana Pasar Gaji Genting Tenegang Estate April 2017

Oke, semoga bermanfaat buat kita semua. Penulis hanya ingin menyimpan memori dalam tulisan saja. Kalau disimpan dalam pikiran biasanya mudah lupa, kan sayang sekali bah.

Terima kasih,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Merantau, “Yes or No?”

Merantau, “Yes or No?”

Bismillahirrahamanirrahim

Menjadi perantau memang bukanlah hal yang terpikirkan olehku pada waktu dulu. Ketika masih belajar dari SD hingga perguruan tinggi aku belum pernah merasakan yang namanya jadi anak kost, jadi anak pondok, atau jadi anak kontrakan. Setiap hari pulang-pergi (PP) dari sekolah/kampus ke rumah, dan selalu bertemu dengan emak, bapak, saudara, dan tetangga.

PhotoGrid_1444669458480.jpg
Bersama keluarga tercinta di Gresik, Jawa Timur

Budi Santoso, begitulah nama lengkapku. Anak ke-7 dari 9 bersaudara ini adalah putra dari Bapak Markunsen (75) dan Ibu Saropah (62). Aku dan saudara-saudaraku pun memanggil orang tuaku dengan sebutan bapak dan emak. Selanjutnya akan ku tuliskan nama-nama saudaraku (termasuk aku) sesuai dengan urutannya.

  1. Suliswanik (45)
  2. Sulianah (43)
  3. Sutoko
  4. Suyanti (38)
  5. Setiawati (35)
  6. Suhartono (30)
  7. Budi Santoso (27)
  8. Edi Lukito (22)
  9. Naning Erlina (20)

Saat hari raya atau lebaran tiba, maka rumahku akan ramai dengan hadirnya semua anggota keluarga di rumah. Memang benar kalau momen lebaran menjadi salah satu momen terindah dalam hidup.

IMG_20140728_081557
Budi beserta kedua adiknya Juli 2014

Kembali lagi ke topik yang sedang ku bahas, yaitu masih dengan kata ‘rantau’.

Sebelum ku putuskan untuk merantau, aku pernah mengajar di lembaga pendidikan yang berbasis yayasan yaitu LPI Al-Azhar Manganti Gresik. Mulai Januari sampai Juni 2012 aku mengajar di SMP dan SMK Al-Azhar. Kemudian saat tahun ajaran baru, aku mengajar di SMP dan SMA Al-Azhar. Tidak lama aku mengajar di LPI Al-Azhar, hanya sekitar 9 bulan saja (kayak ibu mengandung saja, hehe… peace).

DSCN0320.JPG
Bersama Siswa SMP Al-Azhar Menganti Gresik Mei 2012

Tidak mudah untuk membuat keputusan besar saat itu, antara merantau ke Sumba ikut Program SM-3T atau tidak. SM-3T adalah kependekan dari Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal. Oktober 2012 pun aku dan kawan-kawan dari Unesa lainnya berangkat ke Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Saat itu aku naik pesawat terbang untuk kali pertama. Dulu senang sekali akhirnya bisa naik kendaraan yang bisa terbang itu. Dan yang paling teringat di Sumba Timur adalah kendaraan yang super wow. Namanya oto, semacam truk kayu dengan penumpang yang sangat padat dengan barang-barang dan binatang yang beraneka ragam.

78328_4040715783135_1506909596_o.jpg
Perjalanan dari Tempat Tugas ke Kota Waingapu menggunakan oto Oktober 2012

Kala SM-3T aku ditugaskan di SMP Negeri Satap Langira, Desa Katikuwai, Kecamatan Matawai La Pawu, Kabupaten Sumba Timur. SMP N Satap Langira satu lokasi dengan SD Inpres Langira. Di tempat tugas itu aku bersama partner terbaik dari Jurusan Geografi yaitu Dhita Khodarianti. Tinggal di daerah perbukitan dengan tanpa sinyal dan listrik, telah kami lalui. Bertemu dengan masyarakat dengan adat dan budaya yang berbeda, menyaksikan kuda dan sapi yang banyak berkeliran di pinggir jalan, menikmati suguhan sirih pinang saat bertamu ke rumah warga, dan banyak cerita lainnya yang membuatku sangat rindu dengan Sumba.

2012-12-18 08.09.26
Bersama Siswa SMP Negeri Satap Langira, Matawai La Pawu, Sumba Timur Desember 2012
2013-09-03 11.50.18.jpg
Bersama anak-anak SD Inpres Langira, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur

Aku beserta rekan-rekan seperjuangan SM-3T lainnya bertugas selama setahun penuh untuk mendidik anak-anak Indonesia di daerah pelosok. Saat ada momen liburan, kami biasanya stay di Kota Waingapu (ibukota Sumba Timur). Kami ada dua kontrakan di Waingapu, yaitu Kontrakan Kamalaputih dan Kontrakan Palapa. Di kota kami berbagi suka dan duka sesama perantau dan menikmati kebersamaan yang jarang ditemui saat di tempat tugas masing-masing. Kegiatan kami yang cukup besar di Sumba Timur adalah Seminar Pendidikan dengan tema “Mendidik dengan Karakter untuk Meningkatkan Potensi Peserta Didik”.

IMG_8004.JPG
Bersama Rekan-rekan Seperjuangan SM-3T Kabupaten Sumba Timur Juni 2013

Selain mengajar di tempat tugas masing-masing, kami memanfaatkan momen libur sekolah untuk berkunjung ke tempat-tempat yang bagus. Salah satunya adalah Pulau Salura yang terletak di ujung selatan Sumba Timur. Pulau yang benar-benar istimewa dengan pantai, bukit, dan masyarakat yang amazing.

DSCN3464.JPG
Di Atas Bukit Pulau Salura Juni 2013

Lalu pada September 2013 aku dan Guru-guru SM-3T lainnya kembali ke Jawa karena sudah setahun berada di tempat tugas. Kami pun menunggu dimulainya Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) selama setahun sebagai kelanjutan dari Program SM-3T. Dahulu aku berharap agar PPG di Unesa karena rumah saya dekat sekali dengan kampus Unesa Lidah Wetan. Tetapi ternyata aku ditempatkan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Hmhm, lumayan jauh dari Gresik. Meskipun demikian, aku sangat bersyukur bisa kenal sama saudara-saudara sesama PPG UPI. Program PPG dimulai akhir Februari 2014 hingga akhir Februari 2015.

IMG_7135.JPG
Bersama Rekan-rekan PPG UPI Juli 2014

Selama menjalani masa PPG, kami harus tinggal di rusunawa (asrama) selama setahun penuh. Banyak agenda yang harus dilaksanakan sebagai penghuni asrama, di antaranya makan bersama, Shalat Shubuh berjamaan di Masjid Al-Furqon, Shalat Maghrib berjamaah & Pengajian Rutin Usai Maghrib setiap Senin dan Kamis, senam bersama setiap hari Minggu, kegiatan outbond, dan sebagainya. Alhamdulillah semua kegiatan dapat dilalui dengan baik.

IMG_2486.JPG
Saat Kegiatan Outbond PPG UPI November 2014

Untuk kegiatan akademik saat PPG, aku dan kawan-kawan satu jurusan belajar di Gedung JICA FPMIPA UPI. Kami belajar bersama dosen-dosen Matematika UPI yang hebat. Kami dibimbing untuk membuat perencanaan pembelajaran yang baik beserta pelaksanaannya. Setiap minggu kami mengerjakan tugas membuat Siklus Workshop yang meliputi silabus, RPP, bahan ajar, LKS, media, dan alat evaluasi. Jadi di rusunawa selain sibuk dengan kegiatan asrama, kami juga harus bersemangat dalam mengerjakan tugas-tugas akademik dari kampus.

12313577_1700680550164254_7500611418986294433_n
Kami Ber-19 PPG Matematika UPI dan Ibu Asrama

Selama satu semester di UPI kami ada kelas akademik di kampus, kemudian untuk satu semester berikutnya kami juga ada Program Pengalaman Lapangan (PPL). Aku beserta kedua rekan, Erina Widiani dan Diyan Permatasari ditugaskan di SMP Negeri 26 Bandung. Di sekolah tersebut kami mengaplikasikan apa yang kami peroleh selama workshop di kampus. Aku saat itu bertugas mengajar di kelas wajib VIIA dan VIIB. Selain itu, terkadang kami juga menggantikan jam mengajar guru-guru lain yang berhalangan hadir. Dengan demikian, kami merasakan juga mengajar di semua tingkatan kelas, yaitu kelas VII, VIII, dan IX.

DSC_2445
Kegiatan Pembelajaran di Kelas VIIA SMP Negeri 26 Bandung November 2014

Program PPG pun diakhiri dengan yudisium yang menandakan kami semua (peserta PPG UPI 2014) telah lulus dalam program tersebut dan berhak mendapatkan sertifikat pendidik. Akhirnya suka duka selama setahun penuh di UPI berakhir juga. Kami pun akan kembali ke tempat masing-masing dan melanjutkan kehidupan lebih baik lagi.

IMG_20150227_092142
Usai Yudisium PPG UPI Februari 2015

Sebenarnya sebelum Program PPG UPI berakhir, aku sudah mengajar di salah satu sekolah di Bandung, yaitu di SMA Istiqamah Bandung. Aku masuk ke sekolah itu atas rekomendasi dari guru pamong PPL di SMP Negeri 26 Bandung, yaitu Bapak Ishak. Aku mulai mengajar di SMA tersebut dari Januari 2015 hingga Juni 2015. Awalnya aku bolak-balik UPI ke SMA Istiqamah (karena masih PPG), lalu aku tinggal di mess sekolah selama dua bulan, kemudian pindah stay di kost yang ada di Cijawura Girang yang cukup dekat dengan sekolah.

20150505_093600 ok.jpg
Bersama Siswa Kelas X IPA SMA Istiqamah Bandung Mei 2015

Dan hingga akhirnya November 2015 aku dan kawan-kawan calon Pendidik Sabah Malaysia dan Mindanao Filipina mengikuti kegiatan pembekalan di FaveHotel Bandung selama beberapa hari. Kami diberikan pengarahan tentang bagaimana kondisi di lapangan nanti, mengenai kesiapan mental dan fisik kami, cinta tanah air Indonesia, tentang perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran juga. Kami saat itu bertemu dengan teman-teman hebat dari segala penjuru Indonesia. Kami punya satu misi yaitu akan memberikan pelayanan terbaik untuk anak-anak Indonesia si Sabah Malaysia atau Mindanao Filipina.

IMG-20151105-WA005
Saat Pembekalan Pendidik Anak-anak Indonesa di Malaysia dan Filipina November 2015

Berikutnya keberangkatan kami ke Malaysia dilaksanakan di Jakarta bersama para pejabat penting di lingkungan Kemdikbud Jakarta. Kami, guru-guru Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN), memakai stelan jas beserta sabuk berlogo garuda dan merah putih. Saat itu aku benar-benar tidak percaya kalau akan berangkat ke luar negeri (dekat seh, Malaysia. hehe…). Aku ingin mendapatkan pengalaman dari negeri seberang. Pengalaman yang tak akan terlupakan dalam sejarah hidupku.

IMG_20151111_202201.jpg
Keberangkatan Calon Pendidik Malaysia dan Filipina di Jakarta November 2015

Selanjutnya, 12 November 2015 menjadi momen bersejarah bagi kami. Aku menginjakkan kaki di luar negeri untuk kali pertama. Awalnya kami terbang dari Jakarta transit di Kualalumpur, kemudian lanjut ke Kota Kinabalu. Alhamdulillah kami bisa sampai di Malaysia dengan selamat. Kami bertugas mendidik anak-anak Indonesia di Sabah selama dua tahun sesuai dengan kontrak pertama kami dengan Direktorat Dikdas Kemdikbud. Selama dua tahun kami merantau di negeri seberang, di Sabah Malaysia. Dan cerita/pengalaman seru di luar negeri dimulai dari sini. Perantauan terjauh yang pernah ku lakukan di sini, di Negara Malaysia.

IMG_20151112_113902.jpg
Tiba di Kota Kinabalu International Airport November 2015
IMG_20151113_111140
Pendidik SILN beserta Pejabat Kemdikbud Saat Orientasi di Kota Kinabalu November 2015

Oke, demikian cerita saya dari awal merantau di Sumba Timur hingga merantau ke luar negeri (Malaysia). Merantau adalah sebuah pilihan setiap orang. Ada plus minusnya dari yang namanya ‘rantau’. Pasti ada suka duka di balik kisah hidup perantau itu. Yang terpenting adalah selalu mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, Allah SWT., menjalin hubungan yang baik dengan rekan-rekan pendidik Indonesia, beradaptasi yang baik dengan masyarakat sekitar, dan memberikan yang terbaik pada anak-anak Indonesia di Sabah Malaysia.

IMG_1774 (2)
Bersama Siswa CLC Genting Tanjung Juli 2016

The last but not the least, tetap rendah hati kapanpun dan di manapun kita berada.

DSC_0242
Keceriaan anak-anak Indonesia Maret 2016

Sekian, terima kasih. Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat. Aamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.