Tag: anak-anak indonesia

Oktober??? Hmhm…. Horor (Part 2)

Oktober??? Hmhm…. Horor (Part 2)

Pasti kawan-kawan semua sudah tak sabar kan menanti kelanjutan seri tulisanku yang bertemakan Oktober Horor ini (kok ke-PD-an banget ya aku). Tak perlu dijelaskan lagi kenapa dibilang horor, karena jelas-jelas sudah ku ulas pada seri sebelumnya. Ok tanpa berbasa-basi, yuk ikuti keseruan cerita part kedua ini sama-sama.

IMG_20151105_125551
Gambar 1. Bersama Teman-teman Usai Penutupan Pembekalan

Kali ini cerita dimulai dari usai penutupan pembekalan tiga hari di Bandung. Seperti pada Gambar 1, aku dan teman-teman bersiap untuk kembali ke daerah masing-masing sebelum tiba saatnya untuk keberangkatan ke tempat tugas di Sabah Malaysia. Ku tak langsung pulang ke Gresik, daerah asal tercinta, tetapi diriku singgah terlebih dahulu ke Kampus UPI Bandung. Saat itu aku bersama rekan pendidik Sabah yaitu Ito (paling kiri di Gambar 1) menuju ke Kampus Bumi Siliwangi.

IMG_20151105_172151.jpg
Gambar 2. Bersama A’ Jajang dan Kang Asep di Kampus UPI

Saat tiba di Kampus UPI, kami ke tempat kostan A’ Jajang dan Kang Asep yang berlokasi di Kawasan Geger Kalong Girang, tak jauh dari kampus. Selanjutnya kami berempat menuju ke Icon Kampus Upi, yaitu bangunan putih bersejarah yang berdiri kokoh dengan dikelilingi danau nan cantik dan taman yang indah menawan (sebagaimana terpampang di Gambar 2). Pada gambar tesebut, tak tampak Ito (karena memang dia kebetulan fotografernya, hehehe). Diriku terlihat memakai jaket olahraga nuansa hitam dan sedikit polesan warna biru serta logo MU (Manchester United). Jaket yang ku kenakan itu ada kenangan tersendiri, yaitu kenang-kenangan dari saudaraku saat PPG dulu. Tahukah siapa gerangan dia? Penasaran tidak? (Pasti nggak bakalan lha, hheheh). Yap, ku kasih tau deh. Jaket MU, yang jadi jaket favoritku, itu ternyata adalah pemberian dari Mas Zaenal Saepul Arip, pemuda asli Sukabumi, Jawa Barat.

IMG_20151111_164729.jpg
Gambar 3. Persiapan Pengukuhan Pendidik Anak-anak Indonesia di Sabah Malaysia

Berikutnya langsung saja menuju detik-detik menuju keberangkatan ke Sabah Malaysia di Jakarta. Yes, Gambar 3 itu adalah usai Gladi Resik Pengukuhan Guru Pendidikan Dasar dan Menengah untuk Pendidikan Anak-anak Indonesia di Sabah Malaysia dan Mindanao Filipina Tahun 2015. Tampak tiga pemuda yang sama-sama gundul (bukan gundul pacul lho ya, lagu bah itu). Mahendra Septiawan dan Fathul Arifin, dua orang yang berada di samping kanan dan kiriku. Kami berkalungkan sabuk merah istimewa saat itu.

IMG_20151111_202201
Gambar 4. Pengukuhan Guru Sabah Malaysia dan Mindanao Filipina di Jakarta

Malam pengukuhan sebelum keberangkatan ke Sabah Malaysia pun dilakukan. Hadir para pejabat Kemdikbud dalam momen spesial itu (Gambar 4). Kami sama-sama mengenakan kemeja putih, dasi, kopiah hitam, sabuk merah, dan logo merah putih. Sungguh semuanya terlihat cakep-cakep dan cukup berwibawa. Dan perjuangan pun dimulai dari sini.

IMG_20151113_111140
Gambar 5. Foto Bersama Usai Serah Terima & Orientasi Pendidik Tahap 6 di Kota Kinabalu

Setiba di Kota Kinabalu, masih ada kegiatan yang mengiringi kami. Ya, kegiatan itu adalah Serah Terima dan Bimtek (Orientasi) Guru Pendidikan Dasar dan Menengah untuk Pendidikan Anak-anak di Sabah Malaysia Tahap 6 yang diselenggarakan pada tanggal 12-14 November 2015 di Sabah Oriental Hotel Kota Kinabalu, Sabah. Pada Gambar 5, kami dengan kompaknya menunjukkan angka 6 dengan enam jari tangan yang menunjukkan kami seluruhnya adalah Pendidik Sabah Tahap 6. Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Pejabat Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu, Pejabat Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau) turut hadir dalam kegiatan serah terima tersebut. Lalu 14 November 2015 aku dan teman-teman berpermit Humana serta CLC Distrik Lahad Datu bersiap menuju Lahad Datu.

IMG_20151115_131715.jpg
Gambar 6. Sawit di Sepanjang Jalan Menuju Tempat Tugas

Selanjutnya, 15 November 2015 adalah saatnya menuju tempat tugas yang sesungguhnya, yaitu CLC Genting Tanjung. Saat itu aku dan rekan seperjuangan satu tempat tugas, Riesty Amaylia Safitri, dijemput oleh kakak Tahap 2 dan 5, yaitu Mas Ikhsan dan Mbak Hazlia Muda. Perjalanan dari Bandar Lahad Datu menuju Genting Tanjung adalah sekitar dua jam dengan menggunakan bas. Selama perjalanan, hampir seluruhnya sawit yang ku lihat (Gambar 6). Kanan sawit, kiri pun sawit. Memang Sabah merupakan negeri di Malaysia yang kaya akan pohon sawit.

IMG_20151115_155842.jpg
Gambar 7. Depan Gedung Sekolah CLC Genting Tanjung

Dan akhirnya aku pun sampai di Ladang Genting Tanjung. Langsung ku menuju sekolah dan mendokumentasikan diri (macam hobi foto eh, hehehe). Di tempat inilah ku berkreasi dan berkarya bersama anak-anak Indonesia selama dua tahun penuh. Di tempat inilah suka duka ku alami selama menjadi perantau yang jauh dari keluarga di Indonesia. Meski belum menjadi pendidik yang terbaik bagi anak-anak, semoga anak-anak takkan melupakanku (ceileh… sendu eh).

Sampai di sini dulu ya Guys cerita Oktober & Horor kali in. Ada hal yang perlu dikerjakan abis nulis story ini. insya Allah masih akan bersambung di seri berikutnya. Jangan bosan untuk terus menikmati sajian bacaan sederhana ini ya, heheh…

Okay, See You…..

 

 

 

Advertisements
Let’s Play with Doll

Let’s Play with Doll

“Doll” atau boneka biasanya identik dengan anak perempuan. Tapi eitttss, tunggu dulu. Kali ini boneka yang akan dibahas adalah boneka jari. Pasti pembaca sudah tidak asing kan dengan boneka jari? Hehe…

IMG_6963.JPG
Boneka-boneka Jari

Dilihat dari namanya saja, bisa dikatakan kalau boneka jari itu adalah boneka yang dipasang di jari-jari kita. Kebetulan yang ku punya adalah boneka jari dari jenis binatang. Nampak lucu sekali bonekanya. Boneka-boneka tersebut bisa dibuat mainan di rumah atau bisa juga dibawa ke sekolah. Lho kok sekolah? Iya dong, di sekolah kan banyak anak kecil tuh (kalau mengajar di TK atau SD, hehe). Bahkan anak yang sudah SMP pun suka kok kalau ditunjukkan boneka mungil nan imut tersebut (Jangankan anak SMP, penulis saja suka lihat boneka jari tersebut, hehehe…).

Sony Z 16216.JPG
Bercengkerama dengan Boneka Jari

Terlihat beberapa binatang yang menghiasi jari-jari model di atas (model katanya, haha…). Jika diurutkan berdasarkan Gambar dari kiri ke kanan, ada binatang-binatang seperti panda, beruang, gajah, itik, katak, sapi, kelinci, kudanil, tikus, dan anjing. Semoga nama-nama binatang yang ku sebut benar, hehe….

Berikutnya, aktivitas di sekolah apa saja sih yang bisa menggunakan media boneka jari? Oke, akan ku sebutkan sekarang, check it out !

  1. Mendongeng

Anak-anak di sekolah suka banget sama yang namanya dongeng. Betapa tidak, di dalam dongeng itu ada cerita-cerita yang menghibur dan menarik. Mereka yang biasanya sibuk dengan tugas sekolah, mendengarkan dongeng itu ibarat berjumpa oase di tengah padang pasir. Agak berlebihan nggak ya? Hehe. Selain gurunya yang mendongeng, siswa pun bisa juga yang mendongeng (gantian lha ceritanya, haha)

Sony Z 16260.JPG
Siswa Calon Kelas VII Mendongeng di Depan Kelas

Pada Gambar tersebut siswa tampil mendongeng di depan kelas pada Pelajaran Bahasa Indonesia. Sebelumnya penulis meminta anak-anak untuk membuat cerita dongeng menurut imajinasinya. Alhamdulillah, ada yang oke juga dalam membuat dongeng dan menampilkannya.

Sony Z 16251.JPG
Membuat Dongeng
  1. Describing Animals

Berikutnya, boneka jari bisa dimanfaatkan untuk mendeskripsikan binatang atau describing animals. Kalau menggunakan Bahasa Indonesia sudah biasa, jadi penulis meminta mereka untuk mendeskripsikan binatang menggunakan Bahasa Inggris. Tahu sendiri kan Bahasa Inggris sudah menjadi bahasa internasional. Di sini anak-anak dilatih berbahasa Inggris dimulai dari hal sederhana seperti mendeskripsikan binatang berdasarkan ciri-cirinya. Sayangnya tidak ada dokumentasi saat siswa maju in describing animals. Tapi, it’s okay.

 

  1. Kuis atau tebak-tebakan

Boneka jari pun bisa digunakan sebagai kuis atau tebak-tebakan dalam pelajaran Sains. Jadi boneka tersebut bisa melatih kemampuan berpikir anak-anak lho, hehe..

 

  1. Bernyanyi

Aktivitas satu ini memang tak pernah luput dari perhatian penulis. Yap, bernyanyi. Di sini anak-anak bisa menyanyikan sebuah lagu yang sesuai boneka jari yang ditampilkan. Misalkan guru menampilkan boneka katak, maka siswa harus menyanyikan lagu berkaitan dengan katak. Seru kan? Aktivitas ini membuat suasana kelas jadi menyenangkan, tidak bosan, dan pastinya mereka harus bisa berpikir lagu apa yang sesuai. Heheh…

 

  1. Bercakap-cakap

Untuk aktivitas ini, anak-anak bisa bercakap-cakap dengan temannya di mana mereka memposisikan diri sebagai boneka jari tersebut. Topik percakapan pun bebas, sesuai imajinasi mereka.

 

Oke, itu tadi penggunaan boneka jari di sekolah. Boneka jari memang berguna sekali lho, hehe… (bukan lagi promosi lho ya).

Semoga bermanfaat. Jayalah terus pendidikan anak-anak Indonesia…!!!