All about “Bubur AlaMe”

All about “Bubur AlaMe”

Pasti teman-teman sudah gemes & geli ya dengan judul yang ku buat. Kenapa tidak bubur alami, atau kenapa harus AlaMe? Hehehe…

DSC_4356
Bubur AlaMe Kacang Hijau

Bubur AlaMe. Meski semua orang sudah tahu apa itu bubur, akan ku ulas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Bubur adalah makanan lembek dan berair yang dibuat dari bahan beras, kacang-kacangan, dan sebagainya yang direbus (KBBI). Ala, menurut KBBI adalah secara. Lalu Me itu dari Bahasa Inggris yang artinya saya atau aku. Jadi dapat ku katakan kalau Bubur AlaMe itu bubur yang memang dibuat dengan bahan dan cara pembuatan menurut caraku sendiri, heheh…

Awalnya aku suka iseng-iseng bikin bubur di rumah. Dulu biasanya bikin bubur dengan bahan kacang hijau. Ketika kali pertama buat bubur di sini (Sabah maksudnya) dan saat itu aku tinggal di Genting Tanjung Estate, hasilnya masih keras kacang hijaunya. Hehe, maklum baru awal-awal percobaan ke’iseng’anku. Hal itu terjadi karena merebus kacang hijaunya kurang lama. Seperti kita tahu, kacang hijau itu termasuk bahan makanan yang agak lama proses jadi lunaknya.

Berikutnya, aku pun mencoba buat bubur kacang hijau lagi. Dan alhamdulillah sudah lunak hasilnya, dan bisa dikatakan telah layak makan. Saat itu cuma orang di rumah dan kawan yang main ke rumah saja yang makan. Kebetulan saat itu aku tinggal bersama Roslani (dokter di Klinik Genting Tanjung) dan Taufik (Praktikal Office Genting Tanjung saat itu).

Selanjutnya saat aku tinggal di Genting Tenegang Estate, aku malah sering sekali membuat bubur. Entah mengapa kok aku suka banget bikin makanan lunak itu. Terkadang aku seharian makan bubur saja, sesekali saja seh, hehe…

Bubur AlaMe awalnya jadi konsumsi di rumah saja, lalu pernah ku bawa ke sekolah. Ceritanya sekali-sekali makan bubur AlaMe bersama anak-anak di sekolah. Dan alhamdulillah anak-anak pun suka. Saat itu cuma bikin bubur sedikit, sehingga ya dibagi seadanya saja, yang penting semua merasakan.

IMG_3853.JPG
Bubur AlaMe Ubi Ungu di TKB Genting Tenegang Februari 2017

Lalu aku pun berpikir bagaimana kalau bersama anak-anak ikut meramaikan pasar gaji yang hadir setiap sebulan sekali. Jadi yang menikmati bubur AlaMe bukan hanya aku atau tetangga dekat atau anak-anak saja, melainkan masyarakat ladang juga merasakan bubur kacang hijau dan bubur ubi. Dalam hal ini, belum ada warga yang berjualan bubur di pasar gaji. Jadi dapat ku katakan kalau pasar gaji menjadi momen yang tepat untuk berkreasi dengan Bubur AlaMe, hehee…

Pasar Gaji Maret 2017
Tanggal 7 Maret 2017 adalah hari yang dinanti-nanti warga Genting Tenegang Estate. Bagaimana tidak, saat itu adalah hari di mana mereka memperoleh gaji setelah satu bulan bekerja keras di ladang. Tak mau ketinggalan, kami (anak-anak CLC Genting Tanjung TKB Genting Tenegang beserta aku pastinya, hehe) berjualan Bubur AlaMe di pasar gaji yang hanya ada sebulan sekali (yaitu setiap tanggal 7). Kami membuat bubur di rumah sebanyak dua periuk nasi, lalu diangkut ke pasar gaji untuk didistribusikan ke konsumen.

IMG_4772
Penampilan Perdana Bubur AlaMe di Pasar Gaji Genting Tenegang Estate Maret 2017

Saat akan berjualan bubur di pasar gaji Maret 2017, aku bingung akan buat stand di mana. Soalnya ada yang bilang jika akan berjualan, harus minta izin dulu ke ketua kampung biar nyaman gitu. Oke, aku dengan ditemani siswa menuju rumah ketua kampung untuk meminta izin berjualan kecil-kecilan. Ketua kampung pun mengizinkan. Lalu kami pun memakai meja di rumah siswa (yang dekat dengan pasar gaji). Dengan meja dilapisi kain putih, beraksi-lah kami.

IMG_20170308_192132_044.jpg

Semangat Beraksi bersama Bubur AlaMe Maret 2017

Sebagai tanda kalau kami anak-anak CLC Genting Tanjung, anak-anak memakai jaket CLC dengan nuansa merah meriah. Jaket CLC dipakai jika ada momen tampil di luar sekolah, yang dalam hal itu di pasar gaji agar masyarakat semakin kenal dengan CLC. Tak lupa kami sertakan pamflet sederhana bertuliskan bubur AlaMe dan keterangannya. Pamflet itu dibuat dengan terburu-buru karena lagi mengejar waktu saat itu. Maklum, baru pertama akan ‘aksi’, sehingga belum terlalu maksimal tampilan pamfletnya.

IMG_4769.jpg
Siswa bersama Pamflet Sederhana Maret 2017

Suasana pasar gaji di ladang akan sangat ramai setelah masyarakat ambil gaji di office Genting Tenegang Estate. Biasanya setelah dari office, mereka langsung bergegas menuju pasar untuk berbelanja. Pasar di sini tidak sebesar di Genting Tanjung Estate yang banyak sekali orang berjualan dan banyak juga pengunjung. Tetapi di Genting Tenegang pun oke kok. Pasar gaji menjadi momen setiap bulan untuk menikmati keramaian dan keceriaan di ladang.

DSC_4776.jpg
Situasi Pasar Gaji Maret 2017

Sambil beraksi bersama Bubur AlaMe, kami pun bersama-sama menikmati pisang goreng spesial. Spesial karena dimakan bersama anak-anak yang spesial, hehe. Ada sambalnya juga lho, jadi makin mantap makanan itu.

IMG_20170308_080401_850.jpg
Menikmati Pisang Goreng Bersama Anak-anak Maret 2017

Itulah cerita pengalaman seru kami saat momen pasar gaji Maret 2017. Sebelum lanjut ke momen pasar gaji April 2017, kita bahas dulu yuk, apa saja alat dan bahan yang dibutuhkan dan serangkaian proses untuk membuat bubur ubi. Meskipun teman-teman sudah tahu dan bisa, tapi tidak ada salahnya kok. Okay, check it out !

Alat :
Kompor
Periuk
Sendok besar
Bahan :
Ubi
Sagu
Garam (sedikit saja)
Gula (sesuai selera)
Santan
Daun pandan
Air
Proses pembuatan Bubur AlaMe (bubur ubi) :

  1. Siapkan terlebih dahulu alat dan bahan yang dibutuhkan.
  2. Kupas ubi menggunakan pisau. Kulit ubi dihilangkan dengan bersih lho ya, hehe..

    P_20170407_080106.jpg
    Ubi Dikupas Kulitnya
  3. Kemudian, ubi yang telah dikupas tadi dicuci dengan menggunakan air bersih.

    P_20170407_080636.jpg
    Ubi Dicuci dengan Air Bersih
  4. Setelah itu, ubi dipotong dengan bentuk kecil-kecil. Bentuknya boleh bentuk apa saja, yang penting kecil ya….

    IMG_5978.jpg
    Ubi Dipotong Kecil-kecil
  5. Selanjutnya, potongan ubi kecil-kecil tadi dicuci lagi bah.

    P_20170407_082303.jpg
    Potongan Ubi Dicuci
  6. Lalu masukkan potongan ubi tersebut ke dalam periuk, kemudian tambahkan air ke dalamnya.

    IMG_20170407_143937.jpg
    Potongan Ubi DImasukkan dalam Periuk dan Ditambahkan Air
  7. Letakkan periuk berisi potongan-potongan ubi dan air di atas kompor gas dan tutuplah periuk. Lalu nyalakan kompor gas.

    IMG_20170407_144058.jpg
    Ubi Direbus
  8. Tunggu beberapa saat hingga ubi yang direbus menjadi lunak. Sambil menunggu ubi lunak, cucilah sagu dan kemudian tiriskan.

    IMG_6074.jpg
    Sagu Dicuci dan Ditiriskan
  9. Setelah ubi yang direbus telah lunak, masukkan sagu ke dalam periuk. Kemudian aduk secara perlahan.

    IMG_6080.jpg
    Sagu Dimasukkan dan Diaduk Perlahan
  10. Kemudian masukkan garam sedikit saja, aduk perlahan lagi. Berikutnya, masukkan gula sesuai selera ke dalam periuk dan aduk lagi.
  11. Masukkan santan ke dalam bubur, dan seperti biasa aduk-aduk lagi.

    IMG_6125.JPG
    Santan Dimasukkan. Bukan lagi promosi produk lho ya, hehe..
  12. Kemudian masukkan daun pandan yang telah dipotong dan dicuci bersih. Lalu bubur diaduk-aduk perlahan

    IMG_6134.jpg
    Daun Pandan Dimasukkan dan Diaduk
  13. Oke, bubur AlaMe siap dihidangkan. Selamat menikmati, hehee…

    IMG_6139.JPG
    Tester Bubur AlaMe Ubi

Demikian tadi tentang proses pembuatan bubur AlaMe sederhana dengan bahan utama ubi. Jika ingin membuat dengan bahan utama kacang hijau, hampir sama langkah-langkahnya kok. Hehe…

Next, kita lanjut pada suasana pasar gaji 7 April 2017.
Pasar gaji Maret 2017 menjadi aksi kedua kami dalam berkreasi dengan bubur AlaMe. Hujan syahdu mewarnai pasar gaji di ladang. Tetapi hal tersebut tidak menyurutkan semangat kami untuk meramaikan pasar yang hanya ada setiap sebulan sekali ini. Awalnya kita bingung akan membuka lapak di mana. Kalau yang bulan lalu, stand kami berada di pinggir jalan dengan tidak memakai tenda penutup karena cuaca sangat bagus (cerah sekali). Namun pasar gaji kali ini ditemani dengan tetes-tetes air yang turun dari awan-awan gelap. Sehingga kami membuka stand di depan rumah warga yang ada atapnya agar aman dari hujan.

IMG_20170407_182435_632.jpg
Stand Bubur AlaMe Dapan Rumah Warga Saat Pasar Gaji April 2017

Awalnya di depan rumah warga ini sunyi karena lokasi kurang strategis, sehingga kami pun berpindah tempat berjualan ke ujung rumah warga yang berdekatan langsung dengan pasar gaji dengan beratapkan tenda biru. Bukan judul lagu lho ya, hehe…

IMG_6308.JPG
Pindah Posisi ke Ujung Rumah Warga dangan Tenda Biru April 2017

Berjualan bubur AlaMe kali ini dengan kuantitas yang lebih besar dari bulan sebelumnya. Betapa tidak, periuk yang kami gunakan ukurannya benar-benar jumbo. Coba bandingkan dengan yang lalu, hanya dengan periuk nasi kecil. Untuk varian rasa, kali ini sedikit berbeda. Sebelumnya bubur ubi ungu, sekarang bubur ubi kuning. Untuk bubur kacang hijau masih tetap ada kok.

IMG_6281.JPG
Anak-anak Beraksi bersama Bubur AlaMe April 2017

Untuk pamflet kali ini sedikit lebih baik dari sebelumnya. Sekarang disertakan pula gambar siswa saat pasar gaji bulan lalu serta juga gambar bubur ubi dan bubur kacang hijau. Cuma masih di kertas biasa saja seh, tapi it’s okay.

bub (2).png
Pamflet Bubur AlaMe

Alhamdulillah, untuk berjualan bubur AlaMe bulan ini laris manis. Kali ini sudah dicoba membuat bubur dengan kuantitas sekitar dua kali lebih banyak dari yang sebelumnya. Dan habis tak bersisa buburnya. Untuk selanjutnya, ingin sekali mencoba dengan varian rasa berbeda, dengan mengganti bahan utama bubur tersebut seperti kacang merah atau yang lainnya.

IMG_6299.JPG
Suasana Pasar Gaji Genting Tenegang Estate April 2017

Oke, semoga bermanfaat buat kita semua. Penulis hanya ingin menyimpan memori dalam tulisan saja. Kalau disimpan dalam pikiran biasanya mudah lupa, kan sayang sekali bah.

Terima kasih,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s